detikcom
Kamis, 09/06/2011 15:51 WIB

Pak Harto The Untold Stories

Sutanto: Rumor Kejam Ibu Tien Tewas Tertembak Saat Duel Tommy-Bambang

Ramadhian Fadillah - detikNews
Jakarta - Buku 'Pak Harto The Untold Stories' yang dirilis keluarga Cendana tak tabu menyoal kematian Ibu Tien Soeharto yang sempat diisukan akibat melerai baku tembak Tommy dan Bambang yang berebut proyek mobil nasional. Isu itu tidak benar!

"Itu adalah rumor dan cerita yang sangat kejam dan tidak benar sama sekali. Saya saksi hidup yang menyaksikan Ibu Tien terkena serangan jantung mendadak, membawanya ke mobil dan terus menunggu di luar ruangan saat tim dokter RSPAD melakukan upaya medis," tulis mantan ajudan Soeharto, Jenderal Polisi (Purn) Sutanto.

Mantan Kapolri yang saat itu masih berpangkat kolonel tersebut menceritakan Jumat 26 April 1996, Pak Harto memancing di Anyer. Sementara Ibu Tien mengunjungi sentra pembibitan buah Mekarsari. Karena terlalu bersemangat, Tien berjalan jauh dan lupa larangan dokter yang tidak memperbolehkannya berjalan jauh akibat penyakit jantung yang dideritanya.

"Ketika Pak Harto pulang dan bertemu Ibu Tien, suasana seperti biasa. Hanya Ibu Tien banyak beristirahat karena sakit," jelas Sutanto.

Pada Minggu dinihari sekitar pukul 04.00 WIB, Tien mendapat serangan jantung mendadak. Saat itu dokter kepresidenan Hari Sabardi memberi bantuan awal dengan tabung oksigen. Akhirnya diputuskan segera membawa Tien ke RSPAD.

"Saya sendiri turut membawa Ibu Negara dari rumah ke mobil dan selanjutnya ke RSPAD. Saat itu selain Pak Harto, Mas Tommy dan Mas Sigit ikut menemani," kata pria yang sekarang menjabat kepala BIN ini.

Namun nyawa Tien tidak terselamatkan. Pukul 05.10 WIB tanggal 28 April 1996, Tien Soeharto meninggal. Jadi tidak benar jika Ibu Tien meninggal akibat melerai duel pistol Tommy dan Bambang.

"Saya harap jangan sampai rumor tidak benar itu tetap dipercaya oleh sebagian orang yang hingga kini terus menganggapnya benar," harap Sutanto.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rdf/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%