Obama Bersedih Atas Kematian Warga Afghanistan Akibat Serangan AS
Kamis, 09/06/2011 10:58 WIB
Reuters
Washington
Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan kesedihannya kepada Presiden Afghanistan Hamid Karzai atas jatuhnya korban jiwa warga sipil akibat serangan udara AS di Afghanistan belum lama ini.
Hal itu disampaikan Obama dalam perbincangannya dengan Karzai melalui konferensi video yang berlangsung sekitar satu jam.
"Presiden menyatakan kesedihannya atas kematian tragis warga sipil, terakhir di Provinsi Helmand," kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/6/2011).
"Kedua pemimpin menekankan bahwa Taliban bertanggung jawab atas sebagian besar kematian warga sipil dan setuju bahwa setiap kematian warga sipil merupakan tragedi dan mengganggu misi kami yang difokuskan ke perlindungan penduduk," tutur Carney.
Pekan lalu Karzai mengeluarkan "peringatan terakhir" pada militer AS untuk menghindari operasi-operasi "sewenang-wenang dan tidak perlu" yang menewaskan warga sipil.
Hal itu disampaikan Karzai menyusul serangan udara AS di Provinsi Helmand yang menewaskan 14 warga sipil. Menurut pejabat-pejabat lokal, korban tewas terdiri dari lima anak perempuan, tujuh anak laki-laki dan dua wanita.
Pasukan internasional di Afghan, International Security Assistance Force (ISAF) menyebutkan korban tewas sebanyak 9 orang. ISAF telah meminta maaf atas peristiwa itu.
Menurut ISAF, serangan udara dilakukan setelah para pemberontak Taliban, yang sebelumnya telah menewaskan seorang marinir AS, bersembunyi di wilayah pendudukan sipil dan terus mengeluarkan tembakan.
(ita/nrl)
Hal itu disampaikan Obama dalam perbincangannya dengan Karzai melalui konferensi video yang berlangsung sekitar satu jam.
"Presiden menyatakan kesedihannya atas kematian tragis warga sipil, terakhir di Provinsi Helmand," kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/6/2011).
"Kedua pemimpin menekankan bahwa Taliban bertanggung jawab atas sebagian besar kematian warga sipil dan setuju bahwa setiap kematian warga sipil merupakan tragedi dan mengganggu misi kami yang difokuskan ke perlindungan penduduk," tutur Carney.
Pekan lalu Karzai mengeluarkan "peringatan terakhir" pada militer AS untuk menghindari operasi-operasi "sewenang-wenang dan tidak perlu" yang menewaskan warga sipil.
Hal itu disampaikan Karzai menyusul serangan udara AS di Provinsi Helmand yang menewaskan 14 warga sipil. Menurut pejabat-pejabat lokal, korban tewas terdiri dari lima anak perempuan, tujuh anak laki-laki dan dua wanita.
Pasukan internasional di Afghan, International Security Assistance Force (ISAF) menyebutkan korban tewas sebanyak 9 orang. ISAF telah meminta maaf atas peristiwa itu.
Menurut ISAF, serangan udara dilakukan setelah para pemberontak Taliban, yang sebelumnya telah menewaskan seorang marinir AS, bersembunyi di wilayah pendudukan sipil dan terus mengeluarkan tembakan.
(ita/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:28 WIB
Media Iran Serukan Hentikan Negosiasi Nuklir dengan Barat
-
Sabtu, 26/05/2012 17:09 WIB
Banjir Renggut 50 Nyawa di Afghanistan, 59.000 Orang Kehilangan Rumah
-
Sabtu, 26/05/2012 16:47 WIB
Michelle Obama Ingin Menjadi Beyonce!
-
Sabtu, 26/05/2012 14:43 WIB
Duh! Kondisi Kemanusiaan di Suriah Kian Memburuk
-
Sabtu, 26/05/2012 14:16 WIB
110 Orang Tewas dalam Serangan Pasukan Suriah
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
295 Komentar
-
286 Komentar
-
251 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
