Polisi: Meski Trik Pemasaran, Paket Peti Mati Merupakan Teror
Senin, 06/06/2011 15:11 WIB
Jakarta
Meski dimaksudkan sebagai trik pemasaran, tetapi aksi pengiriman paket peti mati terbukti membuat resah penerimanya. Terlebih pengiriman itu tidak lama setelah masyarakat sempat dibuat heboh oleh teror paket bom buku.
Demikian kata Kapolsek Tanah Abang, AKBP Johanson Simamora, mengenai kasus paket peti mati. Kasus ini dilaporkan oleh salah satu penerima paket, Kompas.com, ke Mapolsek Tanah Abang, Jakarta Pusat.
"Terlepas dari alasan sebagai strategi marketing, tapi ini sudah meneror masyarakat. Warga resah dengan paket peti mati ini apalagi di tengah isu ancaman teror begini," ujar Johanson melalui telepon, Senin (6/6/2011).
Hasil pemeriksaan sementara terhadap marketer Sumardy, pengirim paket peti mati, menunjukkan adanya unsur kesengajaan. Paket peti mati sengaja dikirimkan serempak ke sejumlah awak media massa dengan tujuan untuk menimbulkan kehebohan, paling tidak di antara para penerimanya.
"Di sini terlihat ada unsur kesengajaan, yaitu sengaja membuat heboh. Dia sudah berhasil membuat heboh masyarakat, tapi tidak tepat," imbuh Johanson.
Kehebohan tidak tepat yang dia maksud adalah keresahan para penerima paket. Sebab belum tentu tanggapan dan pemahaman penerima paket akan kurang lebih sama seperti harapan Sumardy yang bertujuan untuk mempublikasikan buku baru bertema "word of mouth".
"Setiap penerima tanggapannya beda-beda. Ada yang biasa saja dan malah jadi ketakutan. Malah ada yang jadinya jantungan, dan bila terjadi apa-apa bisa jadi masalah," wanti Johanson.
Menyinggung proses peluncuran buku yang Sumardy maksud, menurut Johanson, sejauh ini belum ada surat pemberitahuan. Padahal untuk setiap kegiatan yang bersifat keramaian, perlu ada surat pemberitahuan kepada kepolisian setempat di wilayah lokasi acara akan digelar.
(lh/nrl)
Demikian kata Kapolsek Tanah Abang, AKBP Johanson Simamora, mengenai kasus paket peti mati. Kasus ini dilaporkan oleh salah satu penerima paket, Kompas.com, ke Mapolsek Tanah Abang, Jakarta Pusat.
"Terlepas dari alasan sebagai strategi marketing, tapi ini sudah meneror masyarakat. Warga resah dengan paket peti mati ini apalagi di tengah isu ancaman teror begini," ujar Johanson melalui telepon, Senin (6/6/2011).
Hasil pemeriksaan sementara terhadap marketer Sumardy, pengirim paket peti mati, menunjukkan adanya unsur kesengajaan. Paket peti mati sengaja dikirimkan serempak ke sejumlah awak media massa dengan tujuan untuk menimbulkan kehebohan, paling tidak di antara para penerimanya.
"Di sini terlihat ada unsur kesengajaan, yaitu sengaja membuat heboh. Dia sudah berhasil membuat heboh masyarakat, tapi tidak tepat," imbuh Johanson.
Kehebohan tidak tepat yang dia maksud adalah keresahan para penerima paket. Sebab belum tentu tanggapan dan pemahaman penerima paket akan kurang lebih sama seperti harapan Sumardy yang bertujuan untuk mempublikasikan buku baru bertema "word of mouth".
"Setiap penerima tanggapannya beda-beda. Ada yang biasa saja dan malah jadi ketakutan. Malah ada yang jadinya jantungan, dan bila terjadi apa-apa bisa jadi masalah," wanti Johanson.
Menyinggung proses peluncuran buku yang Sumardy maksud, menurut Johanson, sejauh ini belum ada surat pemberitahuan. Padahal untuk setiap kegiatan yang bersifat keramaian, perlu ada surat pemberitahuan kepada kepolisian setempat di wilayah lokasi acara akan digelar.
(lh/nrl)
Baca Juga
- Polisi: Pengirim Peti Mati Bisa Terjerat Pasal Perbuatan Tak Menyenangkan
- Polisi: Paket Peti Mati Termasuk Paket Mencurigakan
- Pengirim Peti Mati Digelandang ke Polsek Tanah Abang
- Kirim Peti Mati, Project Manager Buzz & Co Diperiksa Polsek Kebon Jeruk
- Kirim Peti Mati, Sumardy akan Dimintai Keterangan oleh Polisi
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
283 Komentar
-
237 Komentar
-
217 Komentar
-
216 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
