detikcom
Senin, 06/06/2011 12:07 WIB

Pengirim Peti Mati dari Buzz & Co, Motifnya Strategi Pemasaran

Indra Subagja - detikNews
dok pribadi
Jakarta - Siapa pengirim peti mati ke sejumlah media terjawab. Pelakunya adalah CEO perusahaan Buzz & Co, Sumardy Ma. Pakar marketing ini mengaku mengirim peti mati itu berdasarkan niat baik melakukan contoh kampanye pemasaran yang menarik.

"Jadi sebenarnya mulai hari ini kita launching buku 'Rest in Peace Advertising Killed by Word Mouth Agency," kata Sumardy saat dikonfirmasi detikcom, Senin (6/6/2011). Sumardy menyebut perusahaannya adalah agensi Word of Mouth Marketing.

Sumardy mengaku pengiriman peti mati ini selain dalam rangka meluncurkan buku juga meluncurkan perusahaan marketingnya. Pagi ini Sumardy dan tim-nya merancang pengiriman ke 100 orang.

"Kita coba kirim 100 peti mati. Ke media hanya 5-10, yang paling banyak 90-nya manajer marketing, owner agency periklanan. Medianya sedikit, target kita industri periklanan agar mereka mencari ide strategi pemasaran," imbuh pria yang pernah mencicipi ilmu di American Word of Mouth Marketing Association ini.

Salah satu alasan dia melakukan promosi dengan peti mati sesuai dengan judul buku yang dirilisnya 'Rest ini Peace'. Cara pengiriman peti mati lebih efektif dibanding cara biasa.

"Karena begini, sekarang ini kita lihat promosi sekarang membosankan, nah dengan peti mati ini harga murah dan merupakan kampanye yang menarik," tutur Sumardy yang berkantor di Senayan Trade Center ini.



Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(ndr/fay)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%