Senin, 06/06/2011 11:52 WIB

Dewan Pers Belum Lihat Unsur Teror di Pengiriman Peti Mati ke Media

Irwan Nugroho - detikNews
Kurir peti mati ke kantor detikcom
Jakarta - Peti mati dikirim serempak ke banyak kantor media massa di Jakarta pagi hingga siang ini. Bau teror pun merebak. Namun, Dewan Pers belum melihat adanya unsur teror dalam pengiriman peti mati tersebut.

"Barusan saya dapat kabar beberapa provider telekomunikasi juga dapat, beberapa perusahaan PR yang juga dapat. Ini random sekali. Jadi saya belum melihat ini sebagai ancaman teror kepada kemerdekaan pers," kata anggota Dewan Pers, Uni Lubis, kepada detikcom, Senin (6/6/2011).

Menurut Uni, pengiriman peti mati itu bisa jadi hanya bentuk promosi perusahaan tertentu saja. "Anggap saja ini promosi out of the box," ucap Uni.

Namun, menurut Uni, perlu juga dilacak motif promosi dengan mengirimkan peti mati seperti itu. Pelacakan tersebut tidak dimaksudkan untuk mencari tindak pidana, melainkan agar hal-hal yang sensitif bagi pers seperti ini tidak terulang.

"Perlu dilacak dalam arti jangan sampai ini dibiarkan. Kan harus dicek maksudnya apa? Kenapa memilih jalan seperti itu? Kalau misalnya orang yang dikirim punya penyakit jantung bisa bahaya lho?" kata Pemimpin Redaksi ANTV ini.

Ia menceritakan, kantor redaksi ANTV juga mendapat kiriman paket peti mati itu pagi ini. Begitu kantornya menerima paket yang dibungkus kardus tersebut, Uni meminta agar tidak buru-buru membuka, karena khawatir dikirim oleh orang dengan niat jahat tertentu.

"Saya minta dibuka di luar saja, di security. Siapa tahu ada yang bermaksud jahat, tapi kayaknya biasa-biasa saja. Kemudian kirim fotonya, peti mati ukuran 1 meter, ada bunga-bunganya juga. Ya, saya pikir itu promosi dari perusahaan," kata Uni yang sudah berada di luar kantor ketika peti mati itu tiba di ANTV.

Seperti diberitakan, hampir seluruh media massa nasional mendapatkan kiriman peti mati. Selain kantor media massa, sebuah bank swasta juga mendapat kiriman.

Peti-peti itu berukuran kurang lebih 1 meter dan berwarna coklat. Di tutupnya terdapat tulisan RIP. Di dalam peti terdapat bunga tujuh rupa dan sebuah tulisan Restinpeace.com. Di dalamnya juga terdapat "nomor serial" yang berbeda. Sementara, web restinpeace.com masih "under construction".



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(irw/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
66%
Kontra
34%