Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 04/06/2011 15:14 WIB

Jelang Pernikahan, Putri Sultan Belum Tahu Soal Nama Barunya

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Sesuai adat dan tatanan Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat, putri Sri Sultan Hamengku Buwono X yang akan menikah, memperoleh gelar nama baru, termasuk Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurastuti Wijareni (Jeng Reni). Namun hingga saat ini, Reni mengaku belum mengetahui gelar nama baru yang bakal disandangnya.

"Saya belum tahu dan diberitahu. Sebab saya lebih banyak di Jakarta karena bekerja dan baru sekarang ini di Yogyakarta," ungkap Reni kepada wartawan seusai mengunjungi Dusun Ngerdi, Desa Sindumartani Kecamatan Ngemplak Sleman, Sabtu (4/6/2011).

Meski belum mengetahui gelar nama barunya, Reni akan memilih beberapa nama yang diajukan kepadanya. "Nanti saya akan memilih nama-nama tersebut, tapi sekarang belum tahu," katanya.

Menurut dia, saat ini keluarga kraton masih melakukan rapat-rapat kecil untuk mempersiapkan pernikahan yang akan digelar pada pertengahan bulan Oktober nanti. Untuk undangan para tamu yang akan diundang dirinya juga belum mengetahui.

"Semua masih rapat untuk panitia kecil. Undangan tamu juga belum, masih diinventarisir," pungkas Reni.

Reni direncanakan akan menikah pada Oktober 2011. Reni akan dipersunting oleh Achmad Ubaedillah.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bgs/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%