detikcom
Kamis, 02/06/2011 00:46 WIB

IPW Duga Penembakan Polisi di Bekasi Terkait Terorisme

Adi Nugroho - detikNews
Jakarta - Aksi penyerangan terhadap aparat kepolisian kembali terjadi. Kali ini penembakan terjadi di Bekasi dan menewaskan seorang polisi. Indonesia Police Watch (IPW) menduga aksi tersebut terkait dengan terorisme.

"IPW menduga kasus penembakan di Bekasi berkaitan erat dengan isu terorisme yang belakangan ini marak kembali. Ada dua Indikasi yang mengguatkan dugaan ini," kata Ketua Presidium Indonesi Police Watch, Neta S Pane, dalam tulisan press rilisnya yang diterima detikcom, Rabu (1/6/2011).

Dua indikasi yang menguatkan dugaan tersebut, lanjut Neta, adalah, pertama, penembakan secara membabi buta kepada aparat kepolisian. Kedua, lokasi penembakan berdekatan dengan lokasi penggerebekan teroris beberapa waktu lalu.

"Berkaitan dengan itu, IPW berharap Polri dapat meningkatkan profesionalisme aparatnya, terutama aparat di jajaran bawah yang bertugas di lapangan," imbuhnya.

IPW mendesak agar polisi segera menyelesaikan kasus-kasus penyereangan terhadap aparat kepolisian. Jika polisi tak segera menyelesaikan kasus-kasus tersebut, lanjutnya, maka akan terjadi krisis kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.

"Masyarakat akan beropini, 'polisi saja tidak bisa melindungi dirinya sendiri, lalu bagaimana masyarakat bisa berharap polisi melindungi mereka?'" tulis Neta.

Semalam, Aipda Sugiyantoro dari Unit Ranmor Polres Bekasi Kota tewas di tempat setelah diberondong senjata api laras panjang. Sementara pelaku berhasil melarikan diri.

Peristiwa terjadi ketika Aipda Sugiyantoro bersama 5 anggota lainnya tengah melakukan kring reserse di Jl Raya Mes AL, Kampung Raden, Kelurahan Jatirangon, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Saat itu, patroli mencurigai mobil yang ditumpangi pelaku yang diparkir di depan toko pukul 03.00 WIB. Petugas patroli pun mendekat untuk memeriksa mobil tersebut.

Tiba-tiba, pelaku melepaskan serentetan tembakan ke arah korban dan temannya dengan senjata laras panjang. Sugiyantoro tewas seketika setelah peluru menembus bagian bawah mata kanan dan kepalanya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(adi/irw)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%