detikcom
Rabu, 01/06/2011 18:32 WIB

Ada 12 SMP/MTs dengan Tingkat Kelulusan UN Nol Persen

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Jakarta - Meskipun persentase kelulusan peserta Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang mencapai 99,45 persen dikategorikan cukup tinggi. Namun masih saja ada sekolah yang tingkat kelulusan siswanya nol persen alias tidak ada yang berhasil lulus UN tahun ini.

"Ada 12 sekolah yang 100 persen tidak lulus Ujian Nasional. Jumlah siswanya total 91 orang, jadi rata-rata setiap sekolahnya ada 8 siswa yang tidak lulus," ujar Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh dalam konferensi pers di kantornya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (1/6/2011).

Dikatakan Nuh, 12 sekolah tersebut tersebar di 6 provinsi yakni:

1. Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten/Kota Tujo Una Una ada 1 sekolah dengan jumlah total siswa 9 orang tidak lulus
2. Provinsi Papua Barat di Kabupaten/Kota Tambrauw ada 1 sekolah dengan jumlah total siswa 10 orang yang tidak lulus
3. Provinsi Maluku Utara di Kabupaten/Kota Halmahera Timur ada 1 sekolah dengan jumlah total siswa 16 orang yang tidak lulus
4. Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten/Kota Ketapang ada 2 sekolah dengan jumlah total siswa 8 orang yang tidak lulus
5. Provinsi Jawa Timur ada di 2 Kabupaten/Kota, yaitu:
- Bojonegoro ada 1 sekolah jumlah total siswa 9 orang yang tidak lulus, dan
- Sumenep ada 1 sekolah dengan jumlah total siswa 6 orang yang tidak lulus
6. Provinsi Jawa Tengah ada di 4 Kabupaten/Kota, yaitu:
- Kebumen ada 1 sekolah dengan jumlah total siswa 6 orang yang tidak lulus
- Kendal ada 1 sekolah dengan jumlah total siswa 6 orang yang tidak lulus, dan
- Temanggung ada 3 sekolah dengan jumlah total siswa 21 orang yang tidak lulus

Namun sayangnya Nuh enggan menyebutkan nama-nama sekolah yang tingkat kelulusannya mencapai nol persen tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa tercatat ada 40.218 sekolah yang persentase kelulusan siswanya mencapai 100 persen.

Sementara itu, jumlah siswa sekolah yang tingkat kelulusannya nol persen, jika dilihat nilai per mata pelajaran rata-ratanya berada di bawah nilai 5,5. Seperti mata pelajaran Bahasa Indonesia di mana nilai rata-rata ke-91 siswa tersebut hanya mencapai nilai 5,29 dengan nilai tertinggi 6,80 dan nilai terendah 4,20.

Kemudian untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, nilai rata-ratanya hanya mencapai 4,70 dengan nilai tertinggi 5,70 dan nilai terendah 2,50. Lalu mata pelajaran Matematika, nilai rata-ratanya hanya mencapai 4,55 dengan nilai tertinggi 5,70 dan nilai terendah 2,40. Terakhir untuk mata pelajaran IPA, nilai rata-ratanya mencapai 4,91 dengan nilai tertinggi 5,80 dan nilai terendah 2,30.

Sebelumnya, disebutkan bahwa sebanyak 3.640.569 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dinyatakan lulus Ujian Nasional Tahun 2011. Sementara sisanya sebanyak 20.234 siswa dinyatakan tidak lulus UN.

Untuk tahun 2011 ini, persentase kelulusan mencapai 99,45 persen dengan jumlah total peserta UN sebanyak 3.660.803 siswa di seluruh Indonesia.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/vit)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%