detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 12:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 31/05/2011 17:25 WIB

Boediono Minta Pertemuan Raja-raja Nusantara Tak Jadi Arena Politik

Irwan Nugroho - detikNews
Jakarta - Silaturahim Nasional (Silatnas) Persaudaraan Raja & Sultan Nusantara II 2011 akan digelar di Bandung, Jawa Barat (Jabar), 24-26 Juni, mendatang. Wakil Presiden Boediono berharap acara itu murni kegiatan kebudayaan, bukan ajang untuk berpolitik.

"Pertama bahwa silaturahmi nasional di Bandung nanti adalah merupakan kegiatan kebudayaan di mana raja se-nusantara berkumpul di situ untuk bersatu, jadi mengharapkan bahwa tidak ada kegiatan politik," ujar Ketua Silatnas, yang juga Sultan Sepuh ke-14 Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat.

Hal itu disampaikan Sultan Arief saat ia dan rombongan selesai bertemu dengan Wapres di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (31/5/2011).

Sultan menambahkan, Silatnas yang akan digelar di Gedung Merdeka, Bandung, ini hanya akan berbicara mengenai masalah budaya, pariwisata, dan pengembangan ekonomi kreatif. Selain itu, para peserta yang terdiri dari raja, sultan, ratu, putra mahkota, akan berbicara mengenai kesejahteraan masyaraka di sekitar kerajaan masing-masing.

"Bagaimana memperhatikan daerah-daerah yang ada di kerajaan-kerajaan sekitarnya, yaitu mengenai kemiskinan dan kebodohan, oleh karena itulah kita tempatkan di Gedung Merdeka ini untuk semangat konferensi Asia-Afrika-nya kita aktualisasikan," jelas Sultan yang mengenakan baju batik ini.

Menurut Sultan, di dalam Silatnas nanti, akan hadir beberapa menteri seperti Menko Kesra, menko perekonomian, dan menbudpar untuk memberikan ceramah.

"Di situlah nanti akan terlihat bagaimana keadaan kondisi bangsa. Kita ada diskusi dan nanti rekomendasinya bagaimana di Silatnas itu," kata Sultan.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(irw/gun)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close