detikcom

Selasa, 31/05/2011 17:25 WIB

Boediono Minta Pertemuan Raja-raja Nusantara Tak Jadi Arena Politik

Irwan Nugroho - detikNews
Jakarta - Silaturahim Nasional (Silatnas) Persaudaraan Raja & Sultan Nusantara II 2011 akan digelar di Bandung, Jawa Barat (Jabar), 24-26 Juni, mendatang. Wakil Presiden Boediono berharap acara itu murni kegiatan kebudayaan, bukan ajang untuk berpolitik.

"Pertama bahwa silaturahmi nasional di Bandung nanti adalah merupakan kegiatan kebudayaan di mana raja se-nusantara berkumpul di situ untuk bersatu, jadi mengharapkan bahwa tidak ada kegiatan politik," ujar Ketua Silatnas, yang juga Sultan Sepuh ke-14 Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat.

Hal itu disampaikan Sultan Arief saat ia dan rombongan selesai bertemu dengan Wapres di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (31/5/2011).

Sultan menambahkan, Silatnas yang akan digelar di Gedung Merdeka, Bandung, ini hanya akan berbicara mengenai masalah budaya, pariwisata, dan pengembangan ekonomi kreatif. Selain itu, para peserta yang terdiri dari raja, sultan, ratu, putra mahkota, akan berbicara mengenai kesejahteraan masyaraka di sekitar kerajaan masing-masing.

"Bagaimana memperhatikan daerah-daerah yang ada di kerajaan-kerajaan sekitarnya, yaitu mengenai kemiskinan dan kebodohan, oleh karena itulah kita tempatkan di Gedung Merdeka ini untuk semangat konferensi Asia-Afrika-nya kita aktualisasikan," jelas Sultan yang mengenakan baju batik ini.

Menurut Sultan, di dalam Silatnas nanti, akan hadir beberapa menteri seperti Menko Kesra, menko perekonomian, dan menbudpar untuk memberikan ceramah.

"Di situlah nanti akan terlihat bagaimana keadaan kondisi bangsa. Kita ada diskusi dan nanti rekomendasinya bagaimana di Silatnas itu," kata Sultan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(irw/gun)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
69%
Kontra
31%