Jumat, 27/05/2011 17:51 WIB

Polisi Telusuri Gadis Tasik yang Hilang

Chazizah Gusnita - detikNews
Jakarta - Keberadaan Elis Munawaroh (18), gadis Tasikmalaya yang hilang diduga dibawa pria tak dikenal, masih terus ditelusuri. Pihak kepolisian bersama-sama keluarga terus mencari informasi keberadaan Elis.

"Dia hilang saat sedang jajan pisang molen di depan rumah. Ada yang bilang dibawa orang. Nggak tahu apa pacarnya atau siapa. Masih kita telusuri," ujar anggota Babinkamtibmas Polsek Rajapolah, Tasikmalaya, Aipda Sudaryo, saat dihubungi detikcom, Jumat (27/5/2011).

Sudaryo mengatakan, keluarga belum melaporkan kejadian ini kepada polisi secara tertulis. Namun polisi sudah mendengar kabar kehilangan itu dan bersama-sama keluarga mencari Elis.

"Kita antarkan keluarga cari anak itu," katanya.

Hingga kini, lanjut Sudaryo, polisi belum bisa menyimpulkan ke mana Elis pergi dan dengan siapa. Informasi yang menyatakan Elis pergi dengan keadaan linglung belum bisa dipertanggungjawabkan. Namun tidak menutup kemungkinan segala informasi yang ada akan terus ditelusuri.

"Ya kalau ada unsur pidana akan kita telusuri sesuai jalur hukum. Kalau ada informasi di luar tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tapi akan kita telusuri," jelasnya.

Sebelumnya menurut kakak sepupu Elis, Jon, Elis yang merupakan warga Kampung Cikadu, Desa Rajamandala, Kecamatan Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat, dibawa pria tak dikenal pada 4 April 2011.

Hari itu, Elis tengah berjalan dari warung menuju rumah sekitar pukul 13.30 WIB. Tiba-tiba ada seorang lelaki yang mengendarai motor dan memakai helm mendekatinya. Lelaki tak dikenal itu tampak menanyakan sebuah alamat. Setelah hari itu, Elis hingga kini tak ada kabar. Telepon selular Elis juga tidak bisa dihubungi.

Elis mempunyai ciri-ciri berambut lurus, kulit sawo matang. Saat meninggalkan rumah. Elis mengenakan kaos warna biru, celana panjang warna coklat, sweater abu-abu, dan sandal warna ungu.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(gus/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%