detikcom
Kamis, 26/05/2011 11:43 WIB

4.000 Pelamar Serbu Bursa Kerja Kelautan & Perikanan

Irwan Nugroho - detikNews
Jakarta - Untuk pertamakalinya bursa kerja internasional khusus di sektor kelautan dan perikanan diselenggarakan di Jakarta. Bursa kerja ini rupanya menyedot perhatian pencari kerja. Selama tiga hari, sudah ada 4.000 pelamar yang mendaftar.

"Jumlah pelamar selama tiga hari pelaksanaan bursa ini mencapai sekitar 4.000 orang yang akan terus bertambah setiap waktu melalui pendaftaran online www.jobfairkkp.com," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad.

Hal itu disampaikan dia dalam peluncuran bursa kerja tersebut oleh Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (26/5/2011).

Menurut Fadel, minat perusahaan baik dalam dan luar negeri terhadap tenaga kerja sektor kelautan dan perikanan asal Indonesia juga besar. Hal itu terlihat dari banyaknya perusahaan peserta bursa kerja yang berlangsung 22-25 Mei tersebut, yakni sebanyak 68 perusahaan.

"Sebanyak 68 perusahaan berskala internasional dan nasional antara lain dari Jepang, China, Taiwan, Korea menyediakan 10 ribu pekerjaan seperti perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan dan pemasaran serta packaging," kata Fadel.

Sementara dari 50 stan yang diisi perusahaan, terdapat 16 perusahaan yang menempatkan karyawannya di luar negeri, dan 34 perusahaan di dalam negeri.

Politikus Partai Golkar itu menambahkan, ia membutuhkan peran perguruan tinggi sebagai lembaga pencetak sumber daya manusia. Untuk pekerjaan di sekor perikanan dan kelautan ini, katanya, mempunyai pendidikan dengan karakteristik khusus.

"Salah satu karakteristiknya adalah kebutuhan sarana dan prasarana yang sangat mahal baik pengoperasiannya dan pembelajarannya. Sebagai contoh, proses belajar penangkapan ikan membutuhkan kapal ikan dengan segala kelengkapannya," cetus Fadel.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(irw/lrn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%