detikcom
Rabu, 25/05/2011 21:47 WIB

Stiker Ilegal Taksi Bandara Soekarno-Hatta Dirazia Petugas

Ari Saputra - detikNews
Jakarta - Puluhan taksi yang biasa mangkal di Bandara Soekarno-Hatta dirazia petugas. Hasilnya, puluhan taksi kedapatan menempel stiker tanpa izin yakni stiker bertuliskan 'taksi resmi bandara' supaya dapat beroperasi di lingkungan bandara. Petugas pun langsung mencopot dan akan menjatuhkan sanksi kepada operator taksi yang tertangkap tangan tersebut.

"Taksi yang menggunakan stiker palsu ini akan diberikan sanksi keras mulai dari pencabutan izin atau pengurangan armadanya. Kami lihat sejauh mana nanti kesalahannya," kata Senior Deputy Manager PT Angkasa Pura (AP) II, Mulya Abdi, kepada wartawan, Rabu (25/5/2011).

Dalam operasi tersebut, terjaring 8 unit taksi dari operator taksi berinisial 'E' yang menggunakan stiker bandara tanpa izin. Jumlah itu melengkapi 20 unit taksi dari perusahaan yang sama, dalam razia pekan lalu. Taksi tersebut lalu diserahkan ke Satuan Lalulintas Polres Bandara untuk diproses hukum lebih lanjut.

"Atas praktik pemalsuan stiker tersebut, kata Mulya Abdi, pihaknya merasa dirugikan karena telah memberikan jumlah armada atau kuato kepada perusahan pengelola taksi tersebut secara berlebihan. Setiap taksi yang beroperasi di Bandara Soekarno - Hatta harus mendapat izin operasional dengan menempel stiker di kaca depan," imbuh Mulya Abdi.

Terkait dugaan oknum AP II yang terlibat dalam kasus stiker ilegal ini, pihak AP II akan mengusut.

"Kami sedang melakukan verifikasi dalam kasus ini. Kalau ada oknum orang dalam PT Angkasa Pura II atau pihak lain yang terlibat dalam pemalsuan stiker taksi ini akan kami tindak sesuai dengan hukum yang berlaku," tegasnya.

(Ari/anw)



Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close