Minggu, 22/05/2011 14:43 WIB

Beredar Video Dugaan Kecurangan di Pemilukada Pekanbaru

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Beredar video di situs Youtube tentang kecurangan dalam Pemilukada Pekanbaru. Video itu tidak menampilkan gambar bergerak, hanya berisi rekaman suara yang mengintruksikan camat dan lurah untuk memilih calon tertentu.

Video ini diunggah dengan judul ‘Bukti Pelanggaran Herman Abdullah Walikota Pekanbaru pada Pilkada Kota Pekanbaru 2011-2016’. Video ini berdurasi sekitar 12 menit. Dalam video, muncul foto yang mirip Walikota Pekanbaru Herman Abdullah.

Tidak terlihat video rekaman bergerak, yang ada hanya menampilkan foto yang mirip Walikota Pekanbaru. Video memperdengarkan suara seorang laki-laki yang sedang berbicara mengintruksikan untuk memenangkan calon pasangan Firdaus MT dengan Ayat Cahyadi.

Dari suara yang terekam, camat dan lurah diminta untuk mempengaruhi masyarakat agar memberikan dukungan kepada Firdaus-Ayat. Camat dan lurah diminta melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, ketua RW dan RT, dan generasi muda karang taruna.

“Bagaimana orang yang berpengaruh itu bisa dipengaruhi lurah. Jadi biar mereka yang nanti bercerita bahwa ini yang hebat,” ucap suara dalam rekaman.

“Tapi kantor camat dan lurah harus hati-hati, jangan sesekali membuat surat ke bawah pakai kop surat camat, pakai kop surat lurah. Instruksinya jangan pakai tertulis. Instruksinya itu, ya komandokan posko di kecamatan dan kelurahan. Pak camat, pak lurah kalau ada kegiatan dialogis nanti hanya mengerahkan massa saja. Massa yang tokoh masyarakat tadi,” ujar suara laki-laki itu.

“Kalau bisa massa yang dikerahkan harus massa yang memang bertempat di kelurahan itu, jangan pula massa yang di sana pindahkan ke lurahan lain. Saya yakin tentu lebih lihai kita lagi, karena semua ini mendukung Pak Fir dan Pak Ayat. Kalau yang nomor dua itu kan (Septina Primwati-Erizal Muluk) tak ada camat dan lurah bekerja. Tentu pak camat dan lurah lebih lihai, tentu tokoh masyarakat segan lagi dengan pak camat, bu camat, pak lurah dan bu lurah,” jelas suara rekaman itu.

Namun hingga kini belum dipastikan siapa pemilik suara dalam rekaman itu.

Sebagaimana diketahui, masyarakat Pekanbaru baru saja melaksanakan Pemilukada, pada Rabu (18/5/2011). Dalam Pemilukada ini hanya ada dua pasangan, nomor urut 1 yakni Firdaus-Ayat Cahyadi diusung Demokrat, PKS, PDK, Hanura. Nomor urut dua, Septina Primawati (istri gubernur Riau) dengan Erizal Muluk yang diusung Golkar, PKB, Gerindra, PPP,dan PAN. Kendati belum ada hasil sidang pleno KPUD Pekanbaru, namun dapat dipastikan pada pesta demokrasi ini, pasangan Firdaus-Ayat meraih suara sekitar 60 persen.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(cha/gun)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%