detikcom
Minggu, 22/05/2011 11:15 WIB

Jadi Pengedar Narkotika, 2 Oknum Polisi Terancam Dipecat

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Dua oknum polisi, Bripka S alias G dan Bripka B, anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya akan diberi sanksi tegas karena terlibat mengedarkan narkotika. Dua oknum itu terancam dipecat dari institusi Polri.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Baharudin Djafar mengatakan, sanksi pemecatan diberikan setelah keduanya menjalani proses pidananya.

“Jika mereka divonis lebih dari 3 bulan, maka dapat diajukan untuk di-PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat),” kata Baharuddin, Minggu (22/5/2011).

Baharudin menegaskan, meskipun keduanya adalah anggota, ia tidak akan segan-segan menindak tegas pelaku.

“Sesuai perintah Pak Kapolda (Irjen Sutarman), beliau canangkan zero pelanggaran. Sehingga siapa pun yang terlibat harus ditindak tegas,” jelasnya.

Kasus ini terungkap ketika petugas tengah mengintai tersanga Fredi Budiman di Jl Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat pada 27 April 2011 lalu. Fredi merupakan residivis kasus narkotika yang baru bebas sebulan lalu.

“Saat dicegat, yang bersangkutan (Fredi) tidak mau keluar dari mobil. Akhirnya ban ditembak dan kacanya dipecahkan,” katanya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(mei/gun)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%
MustRead close