Jumat, 20/05/2011 16:27 WIB

Keluarga 5 Tersangka Kasus Irzen Octa Curhat ke Komnas HAM

Suci Dian Firani - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Keluarga para tersangka kasus pemukulan Irzen Octa kembali mendatangi Komnas HAM. Kedatangan 5 keluarga tersangka ini hendak mengadu mengenai apa yang mereka rasakan setelah adanya penyelidikan.

"Mengadukan penderitaan keluarga tersangka. Dimana sesudah penyelidikan, tersangka menjadi korban," kata Riando Tambunan, kakak dari Boy Tambunan saat melapor ke Komnas HAM, Jl Latuharhari, Jakarta Pusat, Jumat (20/5/2011).

Keluarga 5 tersangka yang datang mewakili Arif lukman, Henry Waslinton, Boy Tambunan, Donald Bakara, dan Hunizar Silalahi. Ada sekitar 10 orang yang hadir. Mereka disambut sub komisi pemantauan dan penyelidikan Komnas HAM, Kabul Supriyadie.

Saat pemaparannya kepada Kabul, Riando mengatakan, mereka merasa disudutkan dengan otopsi ulang dan berbagai pernyataan di media. "Jadi tersangka saja sudah berat tapi itu tidak apa-apa. Tapi jangan dicap sebagai pembunuh," ujarnya.

Riando pun mengaku kecewa dengan anggota DPR yang ikut mencap para tersangka sebagai pembunuh. Keluarga sangat terbebani dengan adanya stigma pembunuh seperti itu.

"Saat menjenguk adik saya, saya sudah berkali-kali menanyakan apakah dia membunuh atau tidak. Dan dia bersumbah tidak melakukan pembunuhan itu. Dan akan dibuktikan di pengadilan," jelasnya.

Istri Hunizar Silalahi, Reni Sinambunan mengaku sedih dengan adanya kasus yang menimpa suaminya ini. Reni bahkan sudah beberapa kali pindah rumah karena tidak tahan dengan celaan dan cemoohan warga.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(gus/fay)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%