detikcom
Kamis, 19/05/2011 12:29 WIB

Anggota TNI & Keluarga Dilarang Asal Pasang Logo TNI

Ramadhian Fadillah - detikNews
Foto: Roy Suryo/detikcom
Jakarta - TNI AL terus berupaya menertibkan penggunaan atribut militer yang tidak semestinya. Jangankan warga sipil, anggota TNI dan keluarganya pun tidak bisa sembarangan pasang logo TNI di kendaraan.

"Itu ada aturannya dari KSAL. Untuk TNI itu hanya kendaraan dinas. Tidak bisa di kendaraan sipil atau nondinas. Kan kelihatan dari cat dan pelat nomornya," ujar Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Tri Prasodjo saat dihubungi detikcom, Kamis (19/5/2011).

Sedangkan keluarga TNI AL juga tidak bisa sembarangan pasang-pasang stiker yang bertuliskan satuan militer di kendaraan mereka. Seperti diketahui, stiker bertuliskan 'Keluarga Besar Marinir' atau 'Keluarga Besar Kopaska' banyak dijual di pasaran. Umumnya stiker semacam ini dipasang di mobil atau motor.

"Keluarga TNI juga tidak boleh pasang-pasang stiker seperti itu. Keluarga saja dilarang, apalagi yang bukan," katanya.

Tri mengaku prihatin dengan penyalahgunaan atribut TNI AL. Menurutnya seringkali atribut seperti itu disalahgunakan dan dipakai ugal-ugalan. Karena itu pihaknya akan meningkatkan pemeriksaan di jalanan terkait penyalahgunaan atribut TNI AL.

"Kalau seperti ini terus, kan nama TNI AL yang jadi jelek," keluhnya.

Insiden terbaru penyalahgunaan atribut TNI terjadi semalam. Kejadian ini bermula saat mobil Roy Suryo diserempet oleh Nissan Frontier. Roy meminta orang itu meminta maaf, namun pemuda kurus berkaca mata itu justru menunjukkan sikapnya yang arogan. Pengemudi Nissan besar itu menyebut-nyebut nama komplek elite di Jakarta yang dihuni oleh para pejabat.

"Tidak ada urusan ke Polda, ke Widya Chandra saja, biar kamu tahu siapa ayah saya," ujar Roy menirukan pelaku menyerempet mobilnya.

Di mobil itu juga ada lambang TNI AL dengan dua bintang. Namun akhirnya diketahui pemilik mobil itu bukan pejabat TNI AL maupun keluarga TNI AL. Mobil bernopol B 9344 PBA itu atas nama PT Putri Salju Satria yang beralamatkan di Jl KH Mansyur 121, Jakarta Pusat.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(rdf/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%