detikcom
Rabu, 18/05/2011 17:40 WIB

3 Juni 2011 Cuti Bersama atau Tidak?

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Jakarta - Hari Jumat tanggal 3 Juni 2011 merupakan "hari kejepit nasional" (harpitnas). Namun pemerintah belum juga membahasnya untuk menetapkannya sebagai cuti bersama atau tidak. Akankah keputusannya mendadak seperti 16 Mei?

"Nggak tahu, belum tahu," kata Menteri Agama Suryadharma Ali usai rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2011). Surya ditanya soal nasib tanggal 3 Juni.

Hingga kini Kementerian Agama belum membahas tanggal itu. "Itu belum dibahas kan bukan keputusan Kemenag sendiri. Rapat belum ada," ujar pria yang juga Ketum PPP ini.

Berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri, pemerintah telah menetapkan 14 hari libur nasional dan 4 hari cuti bersama untuk tahun 2011. Salah satunya, 2 Juni 2011 menjadi libur bersama untuk memperingati hari kenaikan Isa Al Masih. Sedangkan 3 Juni tetap masuk seperti biasa.

Tapi kekhawatiran muncul apakah 3 Juni akan ditetapkan secara mendadak sebagai cuti bersama. Misalnya seperti Senin 16 Mei 2011 menyusul perayaan Hari Raya Waisak pada Selasa 17 Mei. Sebab kebijakan mendadak sangat menyulitkan masyarakat.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(aan/nrl)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%
MustRead close