detikcom
Jumat, 13/05/2011 18:53 WIB

Mimbar Bebas di Jl Cikini Macetkan Jalan

Ari Saputra - detikNews
Jakarta - Peringatan tragedi Mei 1998 di TIM dipenuhi kritik terhadap pemerintah. Dari soal pertumbuhan ekonomi, penegakan hukum, kekerasan aparat dan kinerja pemerintah yang lamban. Menurut para aktivis, rezim saat ini belum menghadirkan kemajuan apa-apa sejak 1998.

"Saat ini pendapatan perkapita Malaysia telah mencapai lebih dari USS 6.000. Indonesia hanya US$ 1.200. Tidak ada kemajuan apa-apa yang dapat dibanggakan," kata salah satu aktivis Sri Bintang Pamungkas, dalam acara mimbar bebas memperingati Tragedi Mei 1998 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jl Cikini Raya, Jumat (13/5/2011).

"Dalam 6, atau 7 tahun terakhir, 15.000 jiwa terbunuh karena himpitan ekonomi. Ini tidak pernah terjadi dalam era Orde Baru sekalipun. Kita harus malu. Di Mesir, Hosni Mubarak hartanya disita untuk negara. Tetapi di Indonesia, kekayaan Soeharto hingga anak cucunya tidak tersentuh," tandas Sri Bintang.

Mimbar bebas di TIM ini cukup membuat kepadatan lalu-lintas karena mengambil lokasi di pintu gerbang TIM. Pengendara bajaj maupun motor menghentikan laju kendaraannya membuat arus lalu-lintas tersendat. Tidak ada pengamanan berarti dalam aksi kali ini.

"Hari ini 13 tahun lalu, rakyat bergerak menumbangkan rezim untuk kebebasan dan kesejahteraan. Tidak sedikit orang yang mati dalam suksesi itu. Pemerintah sekarang jangan lupakan itu, jangan rebut kebebasan dengan gaya-gaya pencitraan tidak bermutu," tandas Sri Bintang disambut yel-yel peserta mimbar bebas.

Selain kegiatan tersebut, peringatan Tragedi Mei 98 dilaksanakan para aktivis dan korban kerusuhan Mei 98. Pagi tadi, korban kerusuhan melakukan tabur bunga di Pondok Rangon dan Mal Klender, mal yang merenggut puluhan nyawa dalam rusuh Mei 98. Sehari sebelumnya, korban juga melakukan tabur bunga di kampus Trisakti, Grogol, Jakarta Barat.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(Ari/rdf)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
66%
Kontra
34%