detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 17:50 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 13/05/2011 18:53 WIB

Mimbar Bebas di Jl Cikini Macetkan Jalan

Ari Saputra - detikNews
Jakarta - Peringatan tragedi Mei 1998 di TIM dipenuhi kritik terhadap pemerintah. Dari soal pertumbuhan ekonomi, penegakan hukum, kekerasan aparat dan kinerja pemerintah yang lamban. Menurut para aktivis, rezim saat ini belum menghadirkan kemajuan apa-apa sejak 1998.

"Saat ini pendapatan perkapita Malaysia telah mencapai lebih dari USS 6.000. Indonesia hanya US$ 1.200. Tidak ada kemajuan apa-apa yang dapat dibanggakan," kata salah satu aktivis Sri Bintang Pamungkas, dalam acara mimbar bebas memperingati Tragedi Mei 1998 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jl Cikini Raya, Jumat (13/5/2011).

"Dalam 6, atau 7 tahun terakhir, 15.000 jiwa terbunuh karena himpitan ekonomi. Ini tidak pernah terjadi dalam era Orde Baru sekalipun. Kita harus malu. Di Mesir, Hosni Mubarak hartanya disita untuk negara. Tetapi di Indonesia, kekayaan Soeharto hingga anak cucunya tidak tersentuh," tandas Sri Bintang.

Mimbar bebas di TIM ini cukup membuat kepadatan lalu-lintas karena mengambil lokasi di pintu gerbang TIM. Pengendara bajaj maupun motor menghentikan laju kendaraannya membuat arus lalu-lintas tersendat. Tidak ada pengamanan berarti dalam aksi kali ini.

"Hari ini 13 tahun lalu, rakyat bergerak menumbangkan rezim untuk kebebasan dan kesejahteraan. Tidak sedikit orang yang mati dalam suksesi itu. Pemerintah sekarang jangan lupakan itu, jangan rebut kebebasan dengan gaya-gaya pencitraan tidak bermutu," tandas Sri Bintang disambut yel-yel peserta mimbar bebas.

Selain kegiatan tersebut, peringatan Tragedi Mei 98 dilaksanakan para aktivis dan korban kerusuhan Mei 98. Pagi tadi, korban kerusuhan melakukan tabur bunga di Pondok Rangon dan Mal Klender, mal yang merenggut puluhan nyawa dalam rusuh Mei 98. Sehari sebelumnya, korban juga melakukan tabur bunga di kampus Trisakti, Grogol, Jakarta Barat.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(Ari/rdf)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close