detikcom
Selasa, 10/05/2011 16:43 WIB

Suap Sesmenpora

Keppres Pengadaan Barang Tak Kenal Istilah Dana Talangan

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Dalih adanya dana talangan yang dihembuskan Sesmenpora, Wafid Muharram, makin kelihatan tak beralasan. Di dalam Keppres 80/2003 mengenai Pengadaan Barang dan Jasa, tak dikenal istilah dana talangan.

"Di dalam Keppres 80/2003 itu tidak ada dana talangan. Adanya uang muka, termin pembayaran juga diatur. Tapi nggak ada dana talangan," kata Setia Budi Arijanta, Direktur Penanganan Permasalahan Hukum, Lembaga Kajian Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Budi mengatakan itu usai didengar keterangannya sebagai saksi ahli dari jaksa KPK di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2011). Sekedar informasi, Budi sering dijadikan saksi ahli dari KPK untuk perkara-perkara korupsi mengenai tender proyek pengadaan barang dan jasa.

Budi menjelaskan, setiap proyek yang dilaksanakan lembaga pemerintah pasti akan dibiayai APBN. Jika memang sudah ada anggarannya, setiap instansi tak perlu takut dana tidak akan turun.

"Kalau anggarannya belum ada, itu nggak boleh teken kontrak, gak boleh kerja dulu," urai Budi.

"Jadi, nggak akan terjadi dana nggak turun itu. Kecuali belum disahkan dananya, dia kontrak duluan," tambah Budi lagi.

Jika sudah ada dana talangan, Budi menduga ada ketidakberesan dalam proses tender. Karena setiap proyek, akan dijelaskan secara detil mengenai pembayaran.

Tersangka kasus suap kemenpora, Wafid Muharam beralibi uang yang diterimanya saat tertangkap tangan KPK merupakan dana talangan proyek wisma atlet Sea Games dari PT Duta Graha Indah.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mok/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%