detikcom
Selasa, 10/05/2011 16:01 WIB

Kompleks Ruko di Semarang Dilalap Api

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Foto: Triono (detikcom)
Semarang - Sejumlah ruko di Semarang, Jateng, dilalap api. Tak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Peristiwa itu terjadi di kompleks ruko di Jalan Majapahit No 339, Semarang, Selasa (10/5/2011) siang. Api diduga berasal genset di lantai 3 ruko tersebut, tepatnya di Ovoxindo Abadi, pusat penjualan perlengkapan rumah tangga dan alat kesehatan. Karyawan berhamburan karena panik.

Lima unit mobil milik Dinas Pemadam Kebakaran yang datang beberapa menit kemudian, agak kesulitan memadamkan api karena pusat api berada di ketinggian. Hanya mobil yang dilengkapi tangga, yang mampu mengangkat air untuk menjangkau api.

Terpaan angin membuat api menyebar dengan cepat. Tak hanya di Ovoxindo, api juga merembet ke ruko di sekitarnya, seperti Hero Karaoke, Luxindo Raya, Koperasi Simpan Pinjam Primadana, PT Yakin Maju Sentosa, Bosow, Bank CIMB Niaga, dan Bank Mandiri Syariah.

Beruntung, api segera bisa dipadamkan sehingga tak membuat ruko-ruko tersebut ludes. Seorang karyawan Luxindo, Dita mengatakan, sebelum kejadian, listrik di komplek ruko tersebut sempat padam. Namun, ketika lampu menyala, terdengar suara ledakan kecil dan listrik padam kembali.

"Terdengar teriakan dari ruko lantai 3 (Ovoxindo Abadi). Sepertinya dari tempat tersebut api berasal," katanya.

Meski panik, sejumlah karyawan di ruko-ruko tersebut masih sempat menyelamatkan barang-barang inventaris kantor, seperti alat elektronik dan perabot perkantoran. Peristiwa itu membuat Jalan Majapahit tersendat selama beberapa saat. Tapi kini, kondisinya relatif lancar. Penyebab kebakaran masih diselidiki polisi.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/fay)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
63%
Kontra
37%