detikcom
Selasa, 10/05/2011 14:30 WIB

Dewan Kehormatan PD Tunggu Testimoni Pembelaan Nazaruddin

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Dewan Kehormatan (DK) Partai Demokrat (PD) telah melakukan pemeriksaan terhadap Bendahara Umum PD, M Nazaruddin, terkait dugaan keterlibatannya dalam suap di Kemenpora. DK PD saat ini menunggu testimoni Nazaruddin menyangkut hal ini.

"Saya mencoba menggali informasi dari Bung Nazaruddin kemarin selama tiga jam bertatap muka. Dan dia memposisikan dirinya berjanji akan membersihkan dirinya tidak terlibat," ujar Sekretaris Dewan Kehormatan PD, Amir Syamsuddin, kepada detikcom, Selasa (10/5/2011).

Amir mengatakan, informasi yang telah diperoleh dari Nazaruddin tidak dipercaya begitu saja. Saat ini Dewan Kehormatan sedang mengumpulkan data dengan memanggil sejumlah orang.

"Kami tidak akan menelan bulat-bulan informasi ini karena kami menggali informasi dari pihak manapun sehingga kalau diumumkan sekarang ini terlalu dini. Karena yang kita telusuri pelanggaran etika dan moral," terangnya.

Dalam waktu dekat, Dewan Kehormatan PD menunggu testimoni pembelaan dari Nazaruddin. Testimoni ini akan dijadikan dasar penelusuran.

"Yang ditangani penegak hukum saat ini belum menangani kasus Nazaruddin, bahkan KPK menyangkal. Tapi kami menyadari pemberitaan begitu gencar dan kami harus menggunakan daya upaya untuk mendapat informasi yang jelas. Saudara Nazaruddin sudah berjanji akan menyerahkan testimoninya besok Jumat akan digunakan sebagai landasan pemeriksaan berikutnya," jelas Amir.

Kemudian Dewan Kehormatan akan menghadirkan orang-orang yang disebut Nazaruddin dalam testimoni itu.

"Nanti kita akan mencari tahu siapa-siapa orang yang akan disebutkannya dalam testimoni tersebut," tandasnya.

(van/gun)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel