Detik.com News
Detik.com
Minggu, 08/05/2011 13:42 WIB

Berbagai Insiden Pesawat MA 60 Made in China

Nurvita Indarini - detikNews
Halaman 1 dari 3
Berbagai Insiden Pesawat MA 60 Made in China
Jakarta - Tak kurang dari 20 orang tewas akibat kecelakaan pesawat Merpati MZ-8968 yang jatuh di Teluk Kaimana, Papua Barat. Sejak diproduksi tahun 2000, berbagai insiden dialami pesawat buatan Xian Aircraft Industrial Corporation, China, ini.

"Kecelakaan dalam arti insiden memang beberapa kali terjadi (dialami MA 60). Sebelumnya yang terjadi adalah kasus keluar landasan atau menabrak hewan di hutan," ujar pengamat dirgantara, Dudi Sudibyo, kepada detikcom, Minggu (8/5/2011).

Dari berbagai insiden yang terjadi sebelum kecelakaan di Papua Barat, tidak pernah ada korban jiwa. "Sebelumnya tidak ada yang menyebabkan orang meninggal," sambung Dudi.

Berikut ini berbagai insiden pesawat MA 60:

1. 7 Desember 2010

MA 60 yang dioperasikan Myanmar Airways yang terbang dari Tavoy, di Myanmar, bagian selatan, tergelincir dari landasan pacu saat mendarat di Bandara Internasional Yangon. Tidak ada korban dalam peristiwa itu.

2. 11 Januari 2009Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(vit/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%