detikcom
Jumat, 06/05/2011 14:04 WIB

Cegah NII KW 9, Kodim Garut Masuk ke Sekolah

Mansyur Hidayat - detikNews
Halaman 1 dari 2
Garut - Kejahatan hipnotis, cuci otak dan yang berujung pemerasan berkedok Negara Islam Indonesia (NII) KW 9, marak di banyak daerah dan menyasar anak muda. Kodim 0611 Garut, Jawa Barat, pun masuk ke sekolah-sekolah untuk menyiagakan para siswa.

"Ini sangat penting disampaikan kepada para siswa atau mahasiswa, karena kondisi mereka masih sangat labil dan mudah sekali dipengaruhi hal-hal baru dengan sedikit memberikan pemahaman terkait NII KW 9," kata Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Arm Edy Yusnandar, usai memberikan materi Gerakan Ketahanan Sekolah di SMP Negeri 2 Garut, Jumat (6/5/2011) kepada wartawan.

Kodim 0611 menggiatkan Gerakan Ketahanan Sekolah serta melakukan sosialisasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, dosen, siswa atau mahasiswa, mulai tingkat SMP, SMA dan perguruan tinggi se-Kabupaten Garut.

"Diharapkan bisa mencegah masuknya pengaruh negatif dari gerakan yang berkedok kegiatan keagamaan tersebut," ujar dia.

Dalam prakteknya, penguatan ketahanan sekolah dan sosialisasi terkait NII KW 9 dilakukan secara perlahan agar para siswa atau mahasiswa tidak menjadi resah. Melalui kegiatan imbangan, seperti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah dan kampus, pemahaman tersebut disampaikan untuk meningkatkan benteng pertahanan diri dari pengaruh negatif NII KW 9.

"Termasuk ketika Polri atau Pemda memberikan sosialisasi tentang narkoba, gerakan penghijauan atau gerakan lainnya, dalam momentum seperti itu perlu disampaikan pemahaman gerakan NII KW 9," ungkap Edy.

Menurut Edy, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya anak sekolah atau mahasiswa di Garut yang menjadi korban gerakan NII KW 9. Namun ketahanan sekolah dan sosialisasi terkait gerakan NII KW 9 tersebut perlu dilakukan, sebagai antisipasi dini.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fay/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
51%
Kontra
49%