detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 13:54 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 06/05/2011 14:04 WIB

Cegah NII KW 9, Kodim Garut Masuk ke Sekolah

Mansyur Hidayat - detikNews
Halaman 1 dari 2
Garut - Kejahatan hipnotis, cuci otak dan yang berujung pemerasan berkedok Negara Islam Indonesia (NII) KW 9, marak di banyak daerah dan menyasar anak muda. Kodim 0611 Garut, Jawa Barat, pun masuk ke sekolah-sekolah untuk menyiagakan para siswa.

"Ini sangat penting disampaikan kepada para siswa atau mahasiswa, karena kondisi mereka masih sangat labil dan mudah sekali dipengaruhi hal-hal baru dengan sedikit memberikan pemahaman terkait NII KW 9," kata Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Arm Edy Yusnandar, usai memberikan materi Gerakan Ketahanan Sekolah di SMP Negeri 2 Garut, Jumat (6/5/2011) kepada wartawan.

Kodim 0611 menggiatkan Gerakan Ketahanan Sekolah serta melakukan sosialisasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, dosen, siswa atau mahasiswa, mulai tingkat SMP, SMA dan perguruan tinggi se-Kabupaten Garut.

"Diharapkan bisa mencegah masuknya pengaruh negatif dari gerakan yang berkedok kegiatan keagamaan tersebut," ujar dia.

Dalam prakteknya, penguatan ketahanan sekolah dan sosialisasi terkait NII KW 9 dilakukan secara perlahan agar para siswa atau mahasiswa tidak menjadi resah. Melalui kegiatan imbangan, seperti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah dan kampus, pemahaman tersebut disampaikan untuk meningkatkan benteng pertahanan diri dari pengaruh negatif NII KW 9.

"Termasuk ketika Polri atau Pemda memberikan sosialisasi tentang narkoba, gerakan penghijauan atau gerakan lainnya, dalam momentum seperti itu perlu disampaikan pemahaman gerakan NII KW 9," ungkap Edy.

Menurut Edy, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya anak sekolah atau mahasiswa di Garut yang menjadi korban gerakan NII KW 9. Namun ketahanan sekolah dan sosialisasi terkait gerakan NII KW 9 tersebut perlu dilakukan, sebagai antisipasi dini.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(fay/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%