detikcom
Rabu, 04/05/2011 16:55 WIB

Pasca Tewasnya Osama, RI Tetap Waspada

Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Pasca tewasnya pimpinan Al Qaeda, Osama bin Laden, Indonesia tetap waspada terhadap gerakan radikalisme. Hal itu beralasan karena Al Qaeda sendiri punya hubungan terhadap kasus terorisme yang terjadi di Indonesia.

"Tentu kita waspadai. Ya karena kita melihat yang lalu-lalu ada kaitannya dengan gerakan Al Qaeda," ujar Kepala BIN Sutanto di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (4/5/2011).

Menurut Sutanto, hingga kini belum terendus lagi adanya kegiatan radikalisme di Indonesia pasca tewasnya Osama. "Belum, tapi harus diwaspadai karena di sini ada linknya," katanya.

Saat ditanyakan mengenai kapan Umar Patek akan dibawa ke Indonesia, mantan Kapolri ini mengaku masih dalam tahap pembicaraan dengan pihak Pakistan.

"Masih di Pakistan. Masih dalam tahap pembicaraan tinggal menunggu saja kapan dibawa pulang," ungkapnya.

Osama tewas pada 2 Mei di Abbottabad, Pakistan. Osama tewas dalam operasi pasukan khusus AS. Selain Osama, anaknya, 2 kurir, dan seorang wanita ikut tewas. Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan, saat disergap Osama didampingi seorang perempuan yang kemudian ditembak. Osama sendiri tidak melawan saat ditembaki pasukan hingga akhirnya tewas.

(gus/fay)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%