Detik.com News
Detik.com
Senin, 02/05/2011 18:11 WIB

Ansyaad Mbai: Osama Tewas, Kewaspadaan Harus Ditingkatkan

Rizki Maulana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ansyaad Mbai: Osama Tewas, Kewaspadaan Harus Ditingkatkan
Jakarta - Osama bin Laden tewas dalam operasi militer AS di Pakistan. Meski pentolan Al Qaeda itu tewas, namun bukan berarti jihad a la Al Qaeda usai. Karena itu, kewaspadaan harus ditingkatkan.

"Kemungkinan untuk aksi balas dendam tetap saja ada. Cuma dengan matinya Osama, kita malah harus meningkatkan kewaspadaan. Peningkatan kewaspadan di ke tempat-tempat kepentingan AS maupun di tempat umum di daerah," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) Ansyaad Mbai.

Berikut itu wawancara wartawan dengan purnawirawan irjen polisi ini usai rapat di kantor Menko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (2/5/2011):

Apa pengaruh kematian Osama bagi kondisi Indonesia?

Kematian Osama tentu berpengaruh pada Indonesia. Karena selama ini aksi-aksi di Indonesia itu berdasarkan atas fatwa Osama bin Laden. Contohnya Pepi. Dia kan tidak terkait langsung Osama bin Laden, tapi dia bisa juga meledakkan bom karena terpengaruh fatwanya Osama.

Pengamanan di Indonesia perlu diperkatat?

Pengamanan diperketat pasti ada. Itu merupakan bagian dari pengamanan terhadap kejahatan terorisme.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(vit/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%