detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 07:16 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 28/04/2011 10:34 WIB

Tersangkut Suap Wisma Atlet, PT DGI Mundur dari Proyek Gedung Baru DPR

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - PT Duta Graha Indah (DGI) yang tersangkut kasus suap proyek Kemenpora akhirnya mundur dari proyek gedung baru DPR. PT DGI mengirim surat resmi ke Setjen DPR terkait pengunduran diri ini.

"PT DGI mundur dari prakualifikasi. Perusahaan ini mundur mengikuti tender proyek gedung baru DPR," ujar Kepala Biro Harbangin Setjen DPR, Sumirat, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/4/2011).

PT DGI mengirim surat resmi tertanggal 27 April 2011. Surat pengunduran diri ditandatangani oleh Direktur Utama PT DGI, Dudung Purwadi.

"Pengunduran dirinya disampaikan melalui surat ke panitia pengadaan. Panitia kemarin melapor ke saya sambil membawa surat pengunduran diri dari PT DGI yang ditujukan pada panitia pengadaan barang dan jasa pembangunan gedung baru DPR," beber Sumirat.

Sumirat lalu membacakan sebagian isi surat pengunduran diri tersebut. PT DGI tidak ingin proses pembangunan gedung baru DPR ikut ter blow up karena kasus suap Sesmenpora.

"Merujuk pada perkembangan terakhir terutama berita di media massa demi kebaikan dan menghindari polemik yang belum tentu benar maka PT DGI menyatakan mundur dari tender pembangunan gedung baru DPR. Kami berharap dapat memberikan suasana kondusif bagi semua pihak terkait," ujar Sumirat membacakan isi surat tersebut.

Sumirat menuturkan, Setjen DPR sudah berkonsultasi hukum mengenai PT DGI. Namun PT DGI akhirnya mundur sendiri.

"Kami sudah konsultasi hukum mengenai ini, tapi yang bersangkutan sudah mundur sebelum didiskualifiasi," tandasnya.

PT DGI diinformasikan lolos dalam seleksi awal tersebut. Kelima perusahaan yang lolos seleksi tahap awal tender gedung baru adalah PT KSO Adhi Karya-Wika, PT PP (Persero), PT Hutama Karya, PT Waskita Karya, dan PT Duta Graha Indah Tbk.

Sementara itu tiga perusahaan lain gagal melewati kualifikasi tahap awal. Perusahaan yang gagal adalah PT Nindya Karya, PT Jaya Konstruksi, dan PT Tiga Mutiara.

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(van/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%