Detik.com News
Detik.com
Kamis, 28/04/2011 10:34 WIB

Tersangkut Suap Wisma Atlet, PT DGI Mundur dari Proyek Gedung Baru DPR

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - PT Duta Graha Indah (DGI) yang tersangkut kasus suap proyek Kemenpora akhirnya mundur dari proyek gedung baru DPR. PT DGI mengirim surat resmi ke Setjen DPR terkait pengunduran diri ini.

"PT DGI mundur dari prakualifikasi. Perusahaan ini mundur mengikuti tender proyek gedung baru DPR," ujar Kepala Biro Harbangin Setjen DPR, Sumirat, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/4/2011).

PT DGI mengirim surat resmi tertanggal 27 April 2011. Surat pengunduran diri ditandatangani oleh Direktur Utama PT DGI, Dudung Purwadi.

"Pengunduran dirinya disampaikan melalui surat ke panitia pengadaan. Panitia kemarin melapor ke saya sambil membawa surat pengunduran diri dari PT DGI yang ditujukan pada panitia pengadaan barang dan jasa pembangunan gedung baru DPR," beber Sumirat.

Sumirat lalu membacakan sebagian isi surat pengunduran diri tersebut. PT DGI tidak ingin proses pembangunan gedung baru DPR ikut ter blow up karena kasus suap Sesmenpora.

"Merujuk pada perkembangan terakhir terutama berita di media massa demi kebaikan dan menghindari polemik yang belum tentu benar maka PT DGI menyatakan mundur dari tender pembangunan gedung baru DPR. Kami berharap dapat memberikan suasana kondusif bagi semua pihak terkait," ujar Sumirat membacakan isi surat tersebut.

Sumirat menuturkan, Setjen DPR sudah berkonsultasi hukum mengenai PT DGI. Namun PT DGI akhirnya mundur sendiri.

"Kami sudah konsultasi hukum mengenai ini, tapi yang bersangkutan sudah mundur sebelum didiskualifiasi," tandasnya.

PT DGI diinformasikan lolos dalam seleksi awal tersebut. Kelima perusahaan yang lolos seleksi tahap awal tender gedung baru adalah PT KSO Adhi Karya-Wika, PT PP (Persero), PT Hutama Karya, PT Waskita Karya, dan PT Duta Graha Indah Tbk.

Sementara itu tiga perusahaan lain gagal melewati kualifikasi tahap awal. Perusahaan yang gagal adalah PT Nindya Karya, PT Jaya Konstruksi, dan PT Tiga Mutiara.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(van/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%