Rabu, 27/04/2011 09:51 WIB

Siswa SMK Bina Insan Cendekia Ditemukan Tewas di Kali BSD Serpong

Dira Derby - detikNews
Tangerang - Pejalan kaki di wilayah BSD Serpong, tepatnya di kali sekitar taman jajan sektor 1.6 Jalan Pare Raya, menemukan sesosok mayat siswa SMK Bina Insan Cendekia, sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (27/4/2011).

Rumaen, warga yang menemukan mayat itu, mengatakan, posisi mayat sedang dalam keadaan terlentang, lengkap dengan menggunakan baju seragam SMK abu-abu putih. "Saya terkejut melihat itu, lalu kasih tahu warga yang lain," ujarnya.

Kapolsek Serpong Kompol Heribertus Ompusungu membenarkan mayat tersebut adalah siswa SMK Bina Insan Cendekia. "Iya dia ditemukan masih pakai tas. Ketika tasnya dibuka ada buku. Pria ini diduga adalah siswa SMK Bina Insan Cendekia bernama Taher Ahmad. Siswa kelas 10 jurusan Farmasi," katanya. SMK Bina Insan Cendekia berlokasi di Serpong.

Apakah dia korban pembunuhan? Heribertus mengatakan, ada luka di dagu korban. "Namun belum bisa dipastikan itu adalah korban pembunuhan. Bisa jadi karena terbentur batu di kali itu," katanya.

Di lokasi tampak warga berkerumun menyaksikan petugas polisi membawa mayat ke RSUD Kabupaten Tangerang.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nrl/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
85%
Kontra
15%