detikcom
Kamis, 21/04/2011 16:45 WIB

Disisir Polda Sumsel, Pedagang VCD Porno di Palembang 'Tiarap'

Taufik Wijaya - detikNews
Palembang - Pesta seks bocah yang terjadi di Palembang meresahkan warga. Polda Sumatera Selatan (Sumsel) pun sigap menyisir warung internet (warnet) yang belum memblokir situs porno dan pedagang VCD bajakan yang menjual film porno.

Rencana ini rupanya membuat para pedagang VCD bajakan 'tiarap'. Mereka tampak hilang bak ditelan bumi.

Biasanya, para pedagang VCD bajakan itu membuka lapak di kawasan Pasar Cinde atau di kawasan eks Bioskop Mawar, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Sumsel sampai sore hari. Namun Kamis (21/4/2011) ini, para pedagang itu tak satu pun tampak sejak pagi hari.

"Tidak tahu. Dari pagi tidak ada yang jualan," ujar seorang pemilik warung makan tenda di kawasan tersebut.

Sebelumnya, siapa pun dapat dengan mudah mendapatkan film porno bajakan di kawasan tersebut. Para pedagangnya meletakan begitu saja puluhan film porno bajakan dalam format CD, VCD, atau DVD di atas kotak kayu berukuran 30 x 30 centimeter.

Para pedagang itu mematok harga Rp 20 ribu per keping, namun setelah ditawar, harga bisa anjlok sampai Rp 10 ribu.

"Film porno yang dibajak umumnya yang sudah ada di situs porno. Mereka itu modalnya hanya download, lalu di-copy. Cover dan isinya selalu berbeda," ujar seorang warga Palembang, Jiki, yang pernah membeli film porno bajakan di sana.

Tempat lain yang disinyalir juga menjual film bajakan, termasuk kemungkinan film porno bajakan, yakni kawasan pertokoan Megahria.

Seperti diketahui, sejak terbongkar adanya peristiwa pesta seks di kalangan anak-anak di Palembang, Kepolisian di Palembang langsung menertibkan sejumlah warnet dan lokasi penjualan film bajakan. Tampaknya informasi tersebut langsung diketahui mereka, sehingga hari ini mereka 'tiarap'.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(tw/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%
MustRead close