Detik.com News
Detik.com
Rabu, 20/04/2011 16:17 WIB

Kemiskinan Bukan Penyebab Berkembangnya Terorisme di Indonesia

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Pengamat terorisme Sidney Jones mencoba menelisik berkembangnya sel-sel dan jaringan teroris di Indonesia. Sidney ragu bila kemiskinan jadi penyebab suburnya pelaku teror di Indonesia.

"Kemiskinan yang merosot di Indonesia tidak menyebabkan radikalisme naik. Buktinya tahun 1998 tidak berarti radikalisme naik di Indonesia," jelas Sidney usai diskusi di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (20/4/2011).

Menurutnya, kemiskinan bukan penyebab berkembangnya terorisme di Indonesia.Dia berharap pemerintah Indonesia melihat secara jeli asal muasal sumber terorisme, seperti yang dijelaskannya berasal dari buku dari timur tengah.

Dia juga menyarankan agar polisi harus bergerak cepat jika ada pelaku kekerasan. Karena bisa jadi itu merupakan benih radikalisasi terorisme.

"Polisi harus bertindak pada saat itu, misalnya pada saat Syarip melakukan kekerasan harusnya ditahan supaya tidak melakukan kejahatan berikutnya sehingga mungkin tidak ada aksi bom bunuh diri," tuturnya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(van/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%