detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:18 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 20/04/2011 16:17 WIB

Kemiskinan Bukan Penyebab Berkembangnya Terorisme di Indonesia

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Pengamat terorisme Sidney Jones mencoba menelisik berkembangnya sel-sel dan jaringan teroris di Indonesia. Sidney ragu bila kemiskinan jadi penyebab suburnya pelaku teror di Indonesia.

"Kemiskinan yang merosot di Indonesia tidak menyebabkan radikalisme naik. Buktinya tahun 1998 tidak berarti radikalisme naik di Indonesia," jelas Sidney usai diskusi di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (20/4/2011).

Menurutnya, kemiskinan bukan penyebab berkembangnya terorisme di Indonesia.Dia berharap pemerintah Indonesia melihat secara jeli asal muasal sumber terorisme, seperti yang dijelaskannya berasal dari buku dari timur tengah.

Dia juga menyarankan agar polisi harus bergerak cepat jika ada pelaku kekerasan. Karena bisa jadi itu merupakan benih radikalisasi terorisme.

"Polisi harus bertindak pada saat itu, misalnya pada saat Syarip melakukan kekerasan harusnya ditahan supaya tidak melakukan kejahatan berikutnya sehingga mungkin tidak ada aksi bom bunuh diri," tuturnya.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(van/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
0%
Kontra
100%