detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 16:54 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 20/04/2011 13:29 WIB

Debt Collector Dianiaya Nasabah

Pangkostrad: Musuhnya 3 Orang, Masa Kita Serang 1 Pleton

Ramadhian Fadillah - detikNews
Jakarta - Dugaan 40 anggota TNI menyerang debt collector Helmy Yohanes Manuputty (34) hingga tewas, mengundang tanda tanya Pangkostrad Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo. Ia seperti tidak yakin tentang hal itu.

"40 Orang? Masa 40 orang, itu kan 1 pleton. Kayak mau perang saja. Masa musuhnya 3 (orang), kita serang 1 pleton," kata Pramono sambil tersenyum saat ditanya dugaan 40 anggota TNI yang 'mengambil' dan menyergap Helmy di depan kantornya di SMS Finance, Jl Margonda Raya, Depok, Jawa Barat.

Hal ini disampaikan Pramono di Makodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (20/4/2011).

Ketika ditanya Helmy dan temannya yang diduga sempat dibawa ke Markas Tontaipur, Cilodong, Pramono meminta hal tersebut harus diklarifikasi dahulu.

"Nah itu yang harus diklarifikasi. Hasil pemeriksaan POM belum disampaikan," ujar adik Ibu Negara, Ani Yudhoyono ini.

Pramono mengaku tidak tahu seputar anggota TNI berinisial R, yang telah melapor dugaan perbuatan tidak menyenangkan ke Polres Depok. Pramono berharap pemeriksaan segera selesai.

"Secepatnyalah (pemeriksaan selesai)," kata dia.

Buce yang merupakan teman Helmy sesama debt collector sebelumnya menceritakan, sekitar 40 orang oknum TNI berpakaian seragam maupun yang tidak seragam datang ke kantor Helmy di SMS Finance, Jl Margonda Raya, Depok, Jawa Barat.

Mereka 'mengambil' 4 orang termasuk Helmy. Namun seorang di antaranya berhasil lolos dari sergapan oknum TNI. Sedangkan Helmy dan 2 temannya dibawa ke Cilodong. Setelah dipukuli, lanjut Buce, Helmy dan temannya dibuang terpisah. Helmy dibuang ke Cililitan.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(aan/fay)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%