Detik.com News
Detik.com

Rabu, 20/04/2011 13:29 WIB

Debt Collector Dianiaya Nasabah

Pangkostrad: Musuhnya 3 Orang, Masa Kita Serang 1 Pleton

Ramadhian Fadillah - detikNews
Jakarta - Dugaan 40 anggota TNI menyerang debt collector Helmy Yohanes Manuputty (34) hingga tewas, mengundang tanda tanya Pangkostrad Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo. Ia seperti tidak yakin tentang hal itu.

"40 Orang? Masa 40 orang, itu kan 1 pleton. Kayak mau perang saja. Masa musuhnya 3 (orang), kita serang 1 pleton," kata Pramono sambil tersenyum saat ditanya dugaan 40 anggota TNI yang 'mengambil' dan menyergap Helmy di depan kantornya di SMS Finance, Jl Margonda Raya, Depok, Jawa Barat.

Hal ini disampaikan Pramono di Makodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (20/4/2011).

Ketika ditanya Helmy dan temannya yang diduga sempat dibawa ke Markas Tontaipur, Cilodong, Pramono meminta hal tersebut harus diklarifikasi dahulu.

"Nah itu yang harus diklarifikasi. Hasil pemeriksaan POM belum disampaikan," ujar adik Ibu Negara, Ani Yudhoyono ini.

Pramono mengaku tidak tahu seputar anggota TNI berinisial R, yang telah melapor dugaan perbuatan tidak menyenangkan ke Polres Depok. Pramono berharap pemeriksaan segera selesai.

"Secepatnyalah (pemeriksaan selesai)," kata dia.

Buce yang merupakan teman Helmy sesama debt collector sebelumnya menceritakan, sekitar 40 orang oknum TNI berpakaian seragam maupun yang tidak seragam datang ke kantor Helmy di SMS Finance, Jl Margonda Raya, Depok, Jawa Barat.

Mereka 'mengambil' 4 orang termasuk Helmy. Namun seorang di antaranya berhasil lolos dari sergapan oknum TNI. Sedangkan Helmy dan 2 temannya dibawa ke Cilodong. Setelah dipukuli, lanjut Buce, Helmy dan temannya dibuang terpisah. Helmy dibuang ke Cililitan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(aan/fay)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%