Selasa, 19/04/2011 05:05 WIB

M Syarif Diduga Belajar Sendiri Cara Buat Bom

Febrina Ayu Scottiati - detikNews
Jakarta - Bom bunuh diri yang dilakukan M Syarif di Cirebon tergolong pelajaran dasar pembuatan bom. Tekniknya pun bisa dengan mudah dipelajari.

"Teknik pembuatan bom bunuh diri di Cirebon termasuk teknik yang bisa dipelajari sendiri. Di internet banyak informasi mengenai hal itu," kata pengamat terorisme Mardigu WP seperti dihubungi detikcom, Selasa (19/4/2011).

Menurutnya, kemudahan pembuatan terletak pada bahan-bahannya yang mudah didapatkan dari dalam negeri. Selain itu unsur bahan hanya berupa adukan sederhana yang biasa digunakan dalam pembuatan mercon.

Bedanya dengan mercon, lanjut Mardigu, terletak pada pemicunya. Kalau mercon yang menjadi pemicu adalah sumbu api namun bom bunuh diri di Cirebon menggunakan per atau pegas.

"Kalau mercon pemantiknya pakai sumbu sementara pada kasus itu pemantiknya menggunakan per mekanik," imbuhnya.

Menurut Mardigu, pemantik juga bisa berupa listrik, time bom, per mekanik, sumbu ataupun tali. Rata-rata isi bahan bom sama, yang berbeda hanya pemantik dan kuantitas dari bom itu sendiri.

"Tidak butuh waktu lama untuk mempelajarinya. Untuk kasus bom di Cirebon ataupun bom buku yang sempat ramai beberapa waktu lalu termasuk pelajaran dasar dalam perakitan bom," ujar Mardigu.

Untuk merakit bom dibutuhkan orang yang memiliki ketelatenan yang tinggi. Kalau tidak, bisa-bisa ia menjadi korban kelinci percobaan hasil rakitan bomnya.

"Perakitan bom tetap memerlukan orang yang telaten. Kalau tidak telaten bisa salah meledak. Diperlukan juga keberanian yang melebihi orang normal tapi bukan orang yang stres karena orang stres biasanya malah tidak fokus," tutup Mardigu.

Seperti yang diketahui, polisi sudah mengindentifikasi jenis bom yang digunakan pelaku di masjid Ad-Zikra di Mapolresta Cirebon. Bom berdaya ledak rendah dan terdiri dari sejumlah bahan antara lain mur, paku, dan baterai.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(feb/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%