detikcom

Minggu, 17/04/2011 10:48 WIB

PKS Milad ke-13, Serangan ke Partai Diangkat dalam Pidato

Adi Lazuardi - detikNews
Jakarta - Puluhan ribu massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memutihkan Stadion Gelora Bung Karno dalam perayaan ulang tahun (Milad) yang ke-13. Aneka masalah yang menerpa partai, diangkat dalam pidato sambutan dan kader diminta untuk tetap solid.

Pantauan detikcom, Minggu (17/4/2011), massa mulai memadati Stadion GBK sejak pukul 09.00 WIB. Mereka tampak mengenakan pakaian putih-putih hingga Stadion GPK pun berubah menjadi lautan warna putih.

Dalam sambutannya, ketua panitia sekaligus Ketua DPW PKS DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan, acara milad ini merupakan bentuk konsolidasi seluruh kader PKS yang menurutnya akhir-akhir ini banyak diserang oleh upaya-upaya mengkerdilkan semangat dakwah PKS.

"Beberapa hari terakhir ini ada upaya-upaya untuk mengkerdilkan semangat dakwah PKS. Namun tantangan itu tidak akan menyurutkan semangat kita," kata Triwisaksana dalam sambutannya di hadapan puluhan ribu massa PKS di Stadion GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (17/4/2011).

Menurut Triwisaksana selama selama 13 tahun ini, PKS telah matang dan telah memberikan kontribusi bagi Indonesia. "13 Tahun ini adalah usia yang cukup matang bagi PKS untuk berbuat bagi negeri ini. Rakyat telah membuktikan, PKS senantiasa bersama mereka, bekerja untuk mereka," kata dia berapi-api.

Banyaknya cobaan yang menimpa PKS, menurutnya, mengharuskan bagi partai yang sebelumnya bernama Partai Keadilan ini untuk bekerja lebih keras, untuk menuju Indonesia yang lebih baik.

"Sekarang saatnya bekerja untuk lebih keras untuk membawa Indonesia ke masa depan lebih baik," katanya.

Hadir dalam acara ini para petinggi PKS di antaranya Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, Sekjen PKS Anis Matta, Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, dan mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid. Tampak juga Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.


Banjir mengepung Ibukota Jakarta. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(anw/fay)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
0%
Kontra
100%