detikcom
Jumat, 15/04/2011 19:44 WIB

TNI Kirim Kopassus & Marinir Lawan Perompak Somalia

Lia Harahap - detikNews
Jakarta - TNI telah mengirimkan pasukan khusus untuk membebaskan sandera di Somalia. Pasukan khusus yang dikirim berasal dari Kopassus dan Marinir.

"Marinir dan Kopassus jumlahnya 401 orang," ujar Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dalam jumpa pers di Kantor Menko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (15/4/2011).

Kapal berisi pasukan ini telah berangkat dari Jakarta menuju Kolombo tanggal 1 April lalu. Esoknya mereka lego jangkar di Kolombo. Sambil isi bahan bakar dan menyiapkan diri.

"Disiapkan pasukan khusus, karena mereka harus fresh, diterbangkan dari Jakarta ke Kolombo, dari Kopassus. Pasukan khusus ke daerah operasi," katanya.

Satgas ini berusaha memburu kapal Sinar Kudus yang dibajak. Mereka berharap bisa membebaskan kapal saat masih berada di laut.

"Sebenarnya berharap ketemu di laut, tapi sampai di posisi lego tanggal 5, kita tetap mengupayakan mencari info lebih lanjut dengan menerbangkan heli, posisi pesawat di antara 8 kapal yg dibajak," katanya.

Setelah mengetahui kapal tersebut telah bersandar, maka terpaksa tindakan negosiasi yang diambil. Satgas ini berharap kapal keluar dari pelabuhan, tapi hingga saat ini kapal masih bersandar di pelabuhan. Sementara itu Satgas siaga di salah satu negara tetangga Somalia.

"Selanjutnya merapat lagi di satu negara Teluk Aden, kembali ke daerah operasi, karena kita dengan info akan digunakan sebagai mothership. kita berharap kapal keluar, tapi sampai saat ini masih lego
jangkar," jelas Agus.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(rdf/ken)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%