detikcom
Kamis, 14/04/2011 07:03 WIB

Andi Arief: Ulat Bulu Tak Mematikan, Masyarakat Jangan Panik

Rachmadin Ismail - detikNews
foto: detikcom
Jakarta - Staf Khusus Presiden Bidang Sosial dan Bencana Andi Arief mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi wabah ulat bulu. Karena ulat bulu tidak mematikan kecuali bagi mereka yang alergi.

"Ulat bulu Lymantriidae tidak mematikan kecuali terhadap orang yang mempunyai alergi, oleh karena itu tidak perlu dihadapi dengan panik oleh masyarakat," tutur Andi dalam siaran pers kepada detikcom, Kamis (14/4/2011).

Andi mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan. Selain itu, masyarakat juga diimbau agar memperhatikan pentingnya menjaga keseimbangan alam agar populasi hewan seperti ulat bulu tidak mewabah karena pemangsanya yang berkurang.

Untuk menekan penyebaran ulat bulu, Andi meminta masyarkat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

1. Melakukan sanitasi lingkungan (pupasi terjadi ditempat-tempat yang banyak serasah, sampah, tumpukan kayu dll.).
2. Memberantas ulat, larva, kepompong secara mekanik dengan cara menguburnya.
3. Mengumpulkan larva ke dalam tabung pendama untuk mendapatkan parasitnya kemudian melepaskan kembali ke alam.
4. Menggunakan perangkap lampu (mercuri atau uv) untuk menangkap ngengatnya dan selanjutnya dibunuh.
5. Menggunakan larva dan pupa yang mati akibat entomopatogen untuk dibuat larutan dan disemprotkan untuk pengendalian atau mengitroduksi entomopatogen hasil biakan dari laboratorium.


(van/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel