detikcom

Selasa, 12/04/2011 12:31 WIB

Cihuy! 'Bang Napi' Kemping di Cibubur

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Garis polisi yang tertulis 'Dilarang Melintas Garis Polisi' biasanya terpasang jika ada kejadian tindak pidana. Garis tersebut biasa dipasang untuk penyelidikan dan identifikasi tempat kejadian.

Namun, lain hal dengan garis polisi yang terpasang di Bumi Perkemahan Cibubur. Garis tersebut dibuat untuk membatasi ruang gerak narapidana atau yang tenar dengan panggilan 'Bang Napi', yang tengah berkemah.

"Supaya para napi yang mengikuti kegiatan perkemahan tidak melarikan diri," kata Kepala Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Sihabudin, usai peresmian kegiatan Raimuna Pemasyarakatan tahun 2011 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (12/4).

Sihabudin mengatakan, para peserta perkemahan khususnya napi tidak boleh melintasi garis polisi yang dipasang mengelilingi lapangan perkemahan.

"Selain itu, setiap tenda dari Lapas dan Rutan dijaga sekitar 10 petugas jaga dari Polsuspas (Polisi Khusus Lapas)," jelasnya

Petugas tersebut difungsikan layaknya di penjara. Mereka akan terus memantau aktivitas para peserta yang akan berkemah sampai Kamis (14/4) lusa depan.

Di tempat sama, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Untung Sugiyono mengatakan kegiatan perkemahan diikuti oleh napi dari Rutan dan Lapasa se Jawa-Bali yang akan menghadapi masa asimilasi (persiapan untuk pembebasan bersyarat).

"Diharapkan dari sini mereka bisa berinteraksi dengan masyarakat sehingga tidak selalu dicap jelek di masyarakat ketika mereka kembali," ujar Untung.

Jumlah napi yang ikut dalam Raimuna tersebut berjumlah 225 orang. Mereka terdiri dari Rutan dan Lapas di Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.

Ratusan napi tersebut selama kegiatan berlangsung akan melakukan berbagai kegiatan, seperti out bond, keterampilan berbaris, pentas seni, dan pengenalan ular.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ahy/ndr)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%