Senin, 11/04/2011 14:27 WIB

Santri Assalaam Temanggung Hilang, Keluarga Tanyai Teman-teman

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Semarang - Segala daya upaya dilakukan keluarga untuk melacak keberadaan Irma Inayati Fauziyah (14), santri Ponpes Assalaam Temanggung yang hilang misterius sejak Sabtu (2/4) lalu. Mereka mencari petunjuk dengan menanyai teman-teman Irma.

"Hari ini, perwakilan keluarga menginterogasi teman-teman Irma di pondok pesantren," kata ibu Irma, Isnaini (41) kepada detikcom melalui telepon, Senin (11/4/2011).

Isnaini berharap informasi dari teman-teman Irma bisa sedikit menguak kemungkinan dia berada. Namun sejauh ini belum ada hasil menggembirakan.

Tinggal terpisah dengan orang tua, Irma tak dibekali ponsel. Sehingga keluarga tidak bisa menghubungi yang bersangkutan. Selama ini komunikasi dilakukan melalui telepon pondok pesantren atau bertemu langsung karena jarak rumah dengan pondok bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 2 jam.

Irma diketahui mempunyai akun FB. Namun, Isnaini mendapat informasi jika akun itu telah diganti menjadi "Kebo Numpak Jaran". Status terakhir tertanggal 31 Maret 2011 tertulis, "Mau ujian, belajar yo!"

"Kata teman-teman di pondok seperti itu, saya tidak tahu pasti," ungkap perempuan berjilbab ini.

Irma Inayati Fauziyah diketahui hilang setelah dilepas kedua orang tuanya di pemberhentian bus Ngrengas, Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu (2/4) lalu. Saat itu, ia hendak menuju Ponpes Modern Assalam Temanggung dengan bus jurusan Semarang-Purwokerto. Namun tiga hari kemudian, keluarga mendapat kabar Irma tak ada di pondok.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(try/fay)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%