detikcom
Senin, 11/04/2011 13:32 WIB

Napi & Tahanan Kabur dari Rutan Cipinang karena Human Error

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkum HAM) DKI Jakarta masih menyelidiki kaburnya 1 narapidana dan 3 tahanan dari Rutan Cipinang. Kuat dugaan kaburnya para penghuni penjara karena human error.

"Pasti human error atau kesalahan prosedur, karena gedung sudah standar rumah tahanan atau lapas. Kalau bukan karena human error mana mungkin ada yang kabur," kata Kepala Kanwil Kemenkum DKI Jakarta Sihabudin di Rutan Cipinang, Senin 11 (11/4).

Menurut Sihabudin, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menelusuri kronologis kaburnya 4 penghuni penjara tadi pagi. Tim khusus itu dipimpin langsung Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta.

"Kita ingin tahu alur pelarian mereka dan sampai sejauh mana tanggungjawan pihak Rutan. Kalau nanti ada unsur keterlibatan petugas akan kita buka ke publik," jelasnya.

Sampai saat ini pihak Kanwil belum menerjunkan tim khusus dari Dirjen Pemasyarakatan (Dirjen Pas).

"Penyelidikan masih internal Kanwil dulu. Nanti kalau memang dibutuhkan kita minta bantuan Dirjen (pas)," paparnya.

Berikut nama empat orang napi dan tahanan yang melarikan diri dari LP Cipinang, Jakarta;

1. Anang Saputra (terpidana 8 tahun penjara)
2. Hermansyahputra alias Fadlan bin Dono (tahanan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, pelarian Lapas Palembang, diputus 3 tahun penjara).
3. M. Iqbal bin Jusuf (tahanan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, diputus 17 tahun penjara).
4. Wahidin alias Wahid bin Lakonik (tahanan kasus pembunuhan, diputuskan 12 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, sedang proses banding).

Empat orang itu menghuni blok kriminal. Mereka melarikan diri dengan cara memancat tembok pagar pada sekitar pukul 03.00-03.30 WIB dini hari tadi.

(ahy/gun)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%