detikcom
Jumat, 08/04/2011 10:06 WIB

Baliho SBY Ramaikan Pemilu Kada Walikota Pekanbaru

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Foto: Chaidir Anwar/detikcom
Pekanbaru - Baliho bergambar SBY mewarnai pelaksanaan Pemilu Kada Walikota Pekanbaru. Foto SBY itu seakan diklaim mendung pasangan Firdaus-Ayat Cahyadi yang disokong Partai Demokrat.

Foto raksasa SBY mengenakan baju biro bersama lambang bintang Partai Demokrat kini bertebaran di tempat-tempat stategis di Pekanbaru. Di baliho raksasa di Jl Sudirman, depan komplek Purna MTQ misalnya, terlihat SBY tersenyum. Gambar SBY terletak paling atas bersama lambang Partai Demokrat. Di foto SBY itu, pasangan nomor urut 1 terlihat foto calon walikota Firdaus MT bersama calon wakilnya Ayat Cahyadi. Foto yang sama terlihat di beberapa tempat lainnya. Ada juga baliho yang terpasang di atas ruko.

Sekilas bila melihat gambar SBY ini, terkesan seakan Presiden RI telah diklaim mendukung pasangan Firdaus-Ayat. "Memang SBY mengenakan baju warna biru lambang Partai Demokrat. Namun kan tidak ada penjelasan dalam gambar itu bahwa SBY sebagai pembina Partai Demokrat. Kesan yang ada di baliho itu presiden diklaim mendukung pasangan Firdaus-Ayat," kata Yudha Bakti (35) salah seorang warga Pekanbaru saat diminta komentarnya oleh detikcom, Jumat (8/4/2011).

Walau ada yang kontra atas pajangan gambar SBY tersebut, namun ada juga warga yang mendukungnya. Alasannya, wajar gambar SBY dipajang karena pasangan Firdaus-Ayat didukung partai Demokrat.

"Ya wajar aja kalau gambar SBY dipajang dengan mengenakan pakaian partai. Kan memang benar, Partai Demokrat mendung pasangan Firdaus-Ayat. Saya rasa sah-sah saja," kata Antoni (32) warga lainnya.

Warga lainnya menyebut, sebaiknya pemilu kada tidak melibatkan gambar seorang presiden. Bagaimanapun presiden adalah milik seluruh rakyat Indonesia.

"Janganlah membuat klaim baliho bergambar presiden. Walau SBY pembinan Partai Demokrat, namun sebaiknya para calon kandidat kepala daerah jangan merekayasa seakan mendapat dukungan presiden dengan memajang gambarnya. Pak SBY itu milik seluruh rakyat, bukan hanya milik demokrat," tutur Hendriko warga lainnya.

Sebagaimana diketahui, KPUD Pekanbaru telah menetapkan 2 pasangan calon walikota. Nomor urut 1 pasangan Firdaus-Ayat diusung Demokrat, PDIP dan sejumlah partai lainnya. Sedangkan Partai Golkar mendukung pasangan Septina Primawati-Erizal Muluk. Septina merupakan istri Gubenur Riau, Rusli Zainal yang berpasangan dengan Erizal incumbent wakil walikota.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(cha/anw)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%