SBY Harus Berani Tertibkan Bisnis Para Jenderal TNI
Jumat, 08/04/2011 09:29 WIB
Jakarta
Pengambilalihan bisnis TNI dinilai tidak maksimal. Masih banyak para jenderal yang diduga memiliki bisnis. Termasuk menjadi komisaris di berbagai perusahaan swasta. Presiden SBY harus berani menertibkan bisnis para jenderal ini.
"Kalau SBY serius berniat membenahi TNI, maka perwira tinggi yang jadi komisaris di swasta harus dilarang," ujar Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti, kepada detikcom, Jumat, (8/4/2011).
Poengky menilai kehadiran TNI di dalam berbagai perusahaan ini, bukan karena profesionalitas melainkan hanya jadi beking.
"Mereka pasti jadi beking. Ini berbahaya, karena pasti berkonflik dengan masyarakat," kata dia.
Poengki mencontohkan di perusahaan-perusahaan tambang atau hak pengelolaan hutan, konflik sering terjadi dengan masyarakat adat. "Dengan adanya militer jadi komisaris, pasti masyarakat takut karena si TNI akan kerahkan anak buahnya untuk tunduk pada perusahaan," katanya.
Poengki menambahkan sejak Orde Lama, TNI sudah dilibatkan dalam bisnis. Saat itu, petinggi TNI mengisi pos eksekutif di perusahaan asing yang dinasionalisasi. Keterlibatan TNI dalam bisnis terus berlanjut saat Orde Baru.
"Bisnis yang dilakukan pati ilegal. Itu bertentangan dengan tugas pokok TNI," jelasnya.
PT Sarwahita Group Management (SGM) membenarkan Marsdya Rio Mendung Thalieb sebagai komisaris utama di perusahaan itu. Namun pihaknya membantah telah menjadikan Rio sebagai beking.
PT Sarwahita merupakan salah satu perusahaan yang sahamnya pernah dipegang Malinda Dee. Bahkan, Malinda Dee merupakan pendiri. Namun Malinda keluar dari perusahaan itu sejak Februari 2011.
(rdf/nrl)
"Kalau SBY serius berniat membenahi TNI, maka perwira tinggi yang jadi komisaris di swasta harus dilarang," ujar Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti, kepada detikcom, Jumat, (8/4/2011).
Poengky menilai kehadiran TNI di dalam berbagai perusahaan ini, bukan karena profesionalitas melainkan hanya jadi beking.
"Mereka pasti jadi beking. Ini berbahaya, karena pasti berkonflik dengan masyarakat," kata dia.
Poengki mencontohkan di perusahaan-perusahaan tambang atau hak pengelolaan hutan, konflik sering terjadi dengan masyarakat adat. "Dengan adanya militer jadi komisaris, pasti masyarakat takut karena si TNI akan kerahkan anak buahnya untuk tunduk pada perusahaan," katanya.
Poengki menambahkan sejak Orde Lama, TNI sudah dilibatkan dalam bisnis. Saat itu, petinggi TNI mengisi pos eksekutif di perusahaan asing yang dinasionalisasi. Keterlibatan TNI dalam bisnis terus berlanjut saat Orde Baru.
"Bisnis yang dilakukan pati ilegal. Itu bertentangan dengan tugas pokok TNI," jelasnya.
PT Sarwahita Group Management (SGM) membenarkan Marsdya Rio Mendung Thalieb sebagai komisaris utama di perusahaan itu. Namun pihaknya membantah telah menjadikan Rio sebagai beking.
PT Sarwahita merupakan salah satu perusahaan yang sahamnya pernah dipegang Malinda Dee. Bahkan, Malinda Dee merupakan pendiri. Namun Malinda keluar dari perusahaan itu sejak Februari 2011.
(rdf/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 12:38 WIB
2 Tahanan Polsek Setu Bekasi yang Kabur Dibekuk, 1 Orang Tewas
-
Minggu, 27/05/2012 12:11 WIB
PD Investigasi Dalang Penyerangan Terhadap Anas & Ibas di Ternate
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 11:55 WIB
Polisi Sita Sepucuk Pistol dari Pembunuh Wartawan Senior TVRI
-
Minggu, 27/05/2012 11:52 WIB
PD Tarik Wacana Pencapresan Ani Yudhoyono karena SBY Marah?
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
295 Komentar
-
286 Komentar
-
251 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
