Kamis, 07/04/2011 16:39 WIB

Video Tawuran Pelajar Depok Di-banned Youtube

Fitraya Ramadhanny - detikNews
Youtube
Jakarta - Video tawuran yang banyak diuplod pelajar ke situs Youtube kini sudah mendapat perhatian pengelola situs. Youtube mulai mendrop video kekerasan buatan para pelajar ini.

Salah satu video yang sudah meresahkan para orangtua adalah 'Boedoet VS Ganesha'. Video ini berisikan tawuran yang diduga antara siswa STM Budi Utomo 6 dan STM Ganesha Satria, keduanya bertempat di Depok.

Pantauan detikcom, Kamis (7/4/2011), video ini sudah tidak bisa ditonton lagi. Sebuah tulisan terpampang di laman itu.

"This video has been removed because its content violated YouTube's Terms of Service," demikian pengumuman Youtube.

Youtube memang kerap mendrop video yang di-upload penggunanya jika melanggar aturan antara lain kekerasan dan konten seksual yang eksplisit. Namun biasanya, hal itu dilakukan jika ada pengaduan dari pengguna internet ke pihak admin Youtube.

Meski demikian, video-video tawuran lain hasil rekaman para siswa, masih banyak bertebaran di Youtube. Kebanyakan tawuran terjadi di Jakarta. Misalnya saja 'Texas 46 VS Interfet 70', 'Malaka 23 Feat Boedoet VS BhariOne', '70 ke Kapal' dan aneka video tawuran lainnya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fay/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%