Kamis, 07/04/2011 14:15 WIB
Nasabah Kaya Malinda Dee (3)
Uang Siapa di Tangan Malinda?
"Sampai saat ini belum ada pengaduan atau laporan dari nasabah terkait kasus klien saya. Jadi baru Citibank yang melaporkan kasus ini," jelas pengacara Malinda, Halapancas Simanjuntak kepada detikcom.
Halapancas mengatakan, saat dirinya melakukan klarifikasi ke Sutedja dan Rolie, dia mendapat informasi kalau keduanya datang ke Mabes Polri hanya untuk dimintai konfirmasi soal duitnya yang diselewengkan Malinda. Meski demikian keduanya tidak membuat pengaduan ke polisi.
Namun saat ditanya apakah Malinda sempat menyebut nama-nama nasabah yang ditangani, Halapancas mengatakan kalau dirinya tidak diberi tahu. "Saya tidak tahu. Sebab Malinda tidak mengatakan nama-nama nasabahnya.
Keengganan melapor para nasabah Malinda kemudian berbuah praduga. Aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho mengatakan, sangat mungkin terjadi adanya praktik korupsi dan pencucian uang dalam kasus Malinda. Sebab para koruptor selama ini biasa memanfaatkan deposito dan private banking seperti yang biasa ditangani Malinda.
"Kami berharap PPATK mau menelusuri nasabah-nasabah Malinda. Polri dan PPATK harus bekerjasama dengan KPK untuk menangani masalah ini," ujarnya.
Emerson juga menyayangkan kalau polisi selalu berlindung dengan kerahasiaan bank. Harusnya sebagai korban penipuan polisi juga harus mengumumkan siapa-siapa korbannya. Lagi pula polisi bisa bekerjasama dengan PPATK untuk menyelidiki korban-korban Malinda tersebut.
"Kami khawatir jika ditutupi, para koruptor yang selama ini memakai jasa layanan premium di sejumlah perbankan akan aman-aman saja," tandasnya.
Ada dugaan juga para nasabah enggan melapor lantaran mereka takut namanya jadi ramai dan akan diseret-seret dalam kasus ini.
"Mereka takut lapor karena mungkin malu. Atau takut uang yang dikelola Malinda bakal diusut. Yang saya dengar ada beberapa orang top di Senayan yang jadi nasabah Malinda," terang seorang tokoh politik yang menjadi petinggi salah satu parpol kepada detikcom.
Sumber tersebut mengatakan dirinya pernah punya teman politisi yang pernah tertipu sebesar Rp 25 miliar oleh seorang wanita cantik. Tapi dia tidak melaporkankan. Alasannya takut akan diusut dari mana asal-usul uang sebanyak itu.
Nah, kondisi inilah yang diduga terjadi pada sejumlah nasabah Malinda. Mereka takut melapor karena khawatir bakal diungkap asal-usul uang yang mereka miliki.
Sementara menurut sumber detikcom di Bank Indonesia, selain politisi, sejumlah pejabat Dirjen Pajak serta pengusaha tambang masuk dalam daftar nasabah Malinda. Hanya saja sumber tersebut tidak mau merinci siapa orang-orang tersebut lantaran belum dapat informasi yang valid dari pihak Citibank.
"Citibank tertutup sekali. Kami juga agak kesal dengan humas mereka yang tidak jalan. Padahal data-data nasabah tersebut sangat penting diklarifikasi," ujar sumber tersebut, yang merupakan salah satu pejabat BI.
Sebelumnya sempat tersiar kabar salah satu nasabah Malinda adalah Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Mabes Polri Irjen Pol Budi Gunawan. Jenderal yang tersangkut kasus rekening gedut Polri ini disebut menjadi salah satu korban Malinda.
Namun Mabes Polri langsung membantah dugaan tersebut. "Kami sudah melakukan klarifikasi dan tidak ada jenderal yang menjadi nasabah priority banking Citibank. Jadi enggak ada itu," tegas Kapolri Jenderal Timur Pradopo.
(ddg/fay)
Dapatkan ulasan lengkap Fokus dengan mendownload edisi Majalah detik melalui tablet Android dan iPad, atau download versi PDFnya di majalahdetik.com.
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Pemerintah Siap Implementasikan Kurikulum 2013 Mulai 15 Juli
334 share this. -
Kecanggihan Electronic Banking Center BCA Hadir di Surabaya
0 share this. -
The New Samsung Smart TV 2013
0 share this. -
Tornado Hebat Landa Oklahoma, 10 WNI Selamat
0 share this. -
Sinchan: Sex, Drugs, and Criminal
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru
Indeks Laporan Khusus ยป
-
Senin, 20/05/2013 15:06 WIB
Ancaman Mematikan Ketua Besar
-
Senin, 20/05/2013 07:53 WIB
Jimat Aneh Raja Klewang
-
Jumat, 17/05/2013 09:59 WIB
Mobil Mewah Partai Dakwah
-
Kamis, 16/05/2013 09:09 WIB
Nasib Penerima Hadiah Fathanah
-
Rabu, 15/05/2013 06:40 WIB
Sehari Bisa 3 Kali Ganti Perempuan
-
Selasa, 21/05/2013 07:34 WIB
Sinchan: Sex, Drugs, and Criminal
-
Selasa, 21/05/2013 07:01 WIB
Misteri Rumah Irjen Djoko yang Berisi Banyak Uang Dollar
-
Selasa, 21/05/2013 07:51 WIB
Kepada Presiden Myanmar, Obama Minta Kekerasan Terhadap Muslim Dihentikan
-
Selasa, 21/05/2013 07:23 WIB
Tornado Raksasa di Oklahoma, 10 Korban Tewas Ditemukan
-
Selasa, 21/05/2013 06:11 WIB
Tornado di Oklahoma Tergolong Sangat Kuat, Bisa Menyapu Bangunan Permanen
-
Selasa, 21/05/2013 06:29 WIB
Dilewati Tornado Raksasa, 2 SD di Oklahoma Luluh Lantak
-
Selasa, 21/05/2013 07:55 WIB
Tornado Hebat Landa Oklahoma, 10 WNI Selamat
-
Selasa, 21/05/2013 08:25 WIB
Ini Kata PKS Soal Aliran Dana Fathanah ke Oknum Selain Luthfi
-
354 Komentar
-
234 Komentar
-
229 Komentar
-
210 Komentar
-
207 Komentar
-
206 Komentar
-
174 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 19:40 WIB
Samad: Bila Diminta Polri, KPK Akan Beri Bantuan Usut Aiptu Labora
-
Senin, 20/05/2013 19:23 WIB
KPK: Data Oknum PKS yang Terima Dana dari Fathanah Akan Dibuka di Sidang
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)





Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

