Rabu, 06/04/2011 14:52 WIB

Ibu-ibu di Depok Sesalkan Video Tawuran 'Boedoet VS Ganesha'

Solehuddin - detikNews
Youtube
Depok - Video di Youtube berisi tawuran yang diduga siswa STM Budi Utomo 6 dan STM Ganesha Satria, Depok, meresahkan para ibu. Mereka sudah paham siswa dua sekolah itu kerap berkelahi. Namun beredarnya video ini di internet sangat memprihatinkan.

Video yang berjudul 'Boedoet VS Ganesha' ini berdurasi 59 detik. Isinya seorang siswa berseragam abu-abu dikeroyok sejumlah siswa lainnya. Tanpa ampun siswa ini dikejar sampai terjatuh kemudian dipentung batang bambu.

Tampak ada noda merah, mungkin darah, di betis kiri siswa ini. Semua adegan kekerasan ini tampil tanpa sensor. Mirisnya, adegan ini direkam dengan kamera ponsel oleh salah satu penyerang. Video ini sudah ditonton 37.704 kali.

"Video yang di Youtube itu memprovokasi dan meresahkan. Kedua sekolah ini kan memang sering tawuran sejak lama. Kasihan orangtua mereka," kata Julaeha (54), warga Kampung Bojong Lio, Kecamatan Sukmajaya, Depok II Timur.

Siti Mariam (40), warga Jl Rengas, Sukmajaya, Depok, juga sudah mendengar video tawuran dua sekolah di Depok ini. Namun dia belum menonton langsung sebagaimana Julaeha. Yang jelas, Siti yang berjualan di pinggir jalan memang kerap menyaksikan tawuran.

"Setiap Jumat ada tawuran. Mereka kucing-kucingan dengan polisi," keluh Siti Mariam.

Seorang ibu rumah tangga, Nani, juga mengkhawatirkan video tawuran di Youtube tersebut. Menurutnya, Depok adalah kota pendidikan. Tidak pantas anak pelajar saling berkelahi satu sama lain.

"Video itu juga saya sudah dengar. Anak Budi Utomo dan Ganesha tawuran, salah satunya dibacok. Nggak pantaslah anak sekolah begitu," kata ibu warga Jl Merapi, Depok II Timur.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(fay/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%