detikcom
Selasa, 05/04/2011 22:24 WIB

Tertunda 7 Tahun, RUU BPJS Harus Segera Disahkan

Ari Saputra - detikNews
foto: detikcom
Jakarta - Anggota Komisi IX DPR dari FPDIP Rieke Dyah Pitaloka mendesak pemerintah proaktif dalam pembahasan RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Sebab, RUU yang menjamin penyaluran jaminan sosial ini sudah 7 tahun terhenti pembahasannya.

"Ini harus. Sebab masih banyak rakyat yang selama ini belum mendapat jaminan sosial. Jumlahnya puluhan juta," kata Rieke dalam diskusi 'Badan Penyelenggara Jaminan Sosial' di Kafe Domus, Jl Veteran I, Jakarta Pusat, Selasa (5/4/2011).

RUU BPJS adalah realisasi dari UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang sudah disahkan pada tahun 2004. Namun karena pemerintah kurang proaktif, RUU ini mangkrak di DPR.

Pandangan senada disampaikan anggota DPR dari Partai Hanura, Akbar Faisal. Ia mengancam bila pemerintah tidak merespon RUU tersebut, dia akan mengedarkan tandatangan untuk hak interpelasi.

"Mana formulirnya, kalau ada formulirnya sekarang saya tandatangan. Kalau sudah, biar saya bawa, besok 17 anggota DPR sudah tandatangan," ucap Akbar disambut tepuk tangan peserta diskusi.

Dengan pembentukan badan tersebut, nantinya Askes, Jamsostek, Asabri dan Taspen menjadi lembaga nirlaba yang tidak profit oriented. Sekarang, imbuh Rieke, status keempat perusahaan penjamin tersebut seperti perusahaan umum yang mencari keuntungan bisnis.

"Dengan UU Badan Jaminan Sosial, keempat itu tidak boleh profit oriented. Tetapi berorietasi nirlaba, wali amanah dengan basis pembiayaan iuran negara, pemberi kerja, pekerja atu buruh maupun rakyat yang mampu," tandas Rieke.



Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(Ari/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%