Sabtu, 02/04/2011 08:05 WIB

Cara Bijak Menghadapi Debt Collector Galak

Rachmadin Ismail - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Setiap masalah perbankan pada prinsipnya bisa diselesaikan. Karena itu, tak perlu takut menghadapi penagih hutang atau debt collector. Coba negosiasi dengan kepala dingin.

Saran ini disampaikan oleh pengamat perbankan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), Joko Retnadi. Menurut Joko, bank selalu ingin uangnya kembali. Caranya, bisa dengan menggunakan jasa penagih utang atau debt collector.

"Tapi kebanyakan jasa debt collector itu outsourcing atau menyewa agen. Kalau karyawan sendiri dianggap mahal," kata Joko saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (2/4/2011).

Bagi Joko, kekerasan atau intimidasi yang dilakukan debt collector biasanya terjadi karena berbagai faktor. Bisa saja masalah muncul dari nasabah yang dianggap berbelit-belit. Namun ada juga si penagih utang yang kerap emosi karena dikejar target.

Karena itu, diperlukan sebuah upaya yang bijak dari kedua belah pihak untuk mencari solusi bersama. Misalnya dengan pengajuan penangguhan pembayaran utang.

"Kalau menghadapi debt collector galak, itu sebenarnya karakter. Segalak apa pun kalau kita rasional tidak ada yang galak. Kadang emosi kita sendiri berbelit-belit dan beban kerja yang terlalu banyak," jelasnya.

"Pada prinsipnya bank itu ingin timnya mendapatkan uang kembali. Selama masih ada itikad baik, misalnya lobi 2-3 tahun, dan rasional itu bisa diterima," sambungnya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%