detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 11:36 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 01/04/2011 15:51 WIB

Polisi Pamerkan 3 Tersangka Penganiaya Sekjen PPB Irzen Octa

Didi Syafirdi - detikNews
Jakarta - 3 Debt collector yang menjadi tersangka atas tewasnya Sekjen Partai Pemersatu Bangsa (PPB), Irzen Octa dipamerkan polisi. Perawakan ketiganya bervariasi, yakni ada yang gempal, sedang dan kurus.

Ketiganya 'dipamerkan' Polres Jakarta Selatan di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya III, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2011). Mereka mengenakan baju tahanan berwarna oranye.

Tersangka H atau Henry Waslinton berusia 25 tahun. Dia berperawakan gempal dengan rambut berpotongan cepak alias crew cut dan berkulit gelap. Sedangkan D atau Donald Harris Bakara berusia sekitar 26 tahun. Dia memiliki perawakan sedang, dengan rambut lurus hitam dan berkulit agak putih.

Tersangka ketiga adalah A atau Arif Lukman yang berusia sekitar 26 tahun. Dia memiliki perawakan kurus dengan rambut lurus hitam serta berkulit agak putih.

Dari ketiga debt collector yang bekerja untuk PT Taketama Star Mandiri yang menjadi agensi debt collector bagi Citibank, hanya Henry yang memiliki wajah agak sangar. Ketiga orang itu tidak mau berbicara sepatah katapun. Ketika ditanya oleh wartawan, mereka hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kamu memukul korban?" tanya wartawan kepada Henry. Henry menggeleng.

"Kamu dibayar berapa? Yang menyuruh siapa?" tanya wartawan lagi. Namun Henry masih saja menggeleng.

Irzen Octa tewas pada 29 Maret 2011, sesaat setelah diminta menyelesaikan tunggakan kartu kreditnya. Sebelum tewas, Irzen diinterogasi oleh Arif, Henry dan Donald di ruang Cleo Menara Jamsostek, Jakarta Selatan.

Beberapa saat setelah diinterogasi oleh ketiganya, Irzen ditinggalkan sendirian di dalam ruangan. Kemudian ada saksi yang melihat Irzen terjatuh di lantai. Irzen lalu dibawa ke RS Mintoharjo, tetapi sudah tidak bernyawa. Dia lantas dibawa ke RSCM untuk diotopsi. Jenazah kemudian dijemput keluarganya dan dimakamkan di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(vit/fay)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%