Penghapusan KRL Ekspres Ditunda, Mulai Berlaku 1 Juli
Kamis, 31/03/2011 15:29 WIB
Jakarta
Penghapusan KRL Ekspres Jabodetabek yang sedianya dilakukan pada 1 April besok ditunda menjadi 1 Juli mendatang. Alasannya PT KAI membutuhkan waktu untuk mengsosialisasikan penghapusan kereta itu.
"Direksi PT KAI memutuskan bahwa mulai 1 April untuk perjalanan KA yang berhenti di setiap stasiun akan ditunda kurang lebih 3 bulan," ujar Kepala Humas PT KAI Sugeng Priyono.
Sugeng mengatakan itu dalam jumpa pers di Jakarta Railway Center Jl Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2011). Dia didampingi Daops PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Henri Tjahyono.
Sugeng berharap, penghapusan KRL Ekspres Jabodetabek dapat mengurangi kepadatan kendaraan di Ibukota. KRL yang biasanya hanya berhenti di stasiun tertentu, nantinya akan berhenti di setiap stasiun. Sehingga diharapkan, pelayanan kepada masyarakat akan meningkat.
"Taruhlah kita ambil contoh yang ada di Cikini, bisa langsung ke Stasiun Cikini.
Tidak perlu ke Gambir, Manggarai, dan sebagainya," tutur Sugeng.
Bahkan, lanjut Sugeng, waktu tunggu kereta akan ditingkatkan. Waktu tunggu ditingkatkan dari 15 menit menjadi hanya 10 menit.
Di tempat yang sama, Corporate Secretary PT KAI Commuter Jabodetabek Makmur Syaheran mengatakan, sosialisasi penghapusan KRL Ekspres perlu pendalaman. Pihaknya juga memberikan waktu kepada masyarakat dan pihak-pihak yang terkait untuk memahami penghapusan itu.
"Sebetulnya kita kemarin sudah siap mengoperasikan perjalanan seperti ini pada 1 April. Tapi kami beri waktu lebih banyak kepada teman-teman dan juga stakeholder yang lain untuk memahami," kata Makmur.
Dengan berhenti di setiap stasiun, KRL ekspres berubah menjadi KRL commuter line. Sementara itu KRL ekonomi masih akan tetap dioperasikan.
(nik/vit)
"Direksi PT KAI memutuskan bahwa mulai 1 April untuk perjalanan KA yang berhenti di setiap stasiun akan ditunda kurang lebih 3 bulan," ujar Kepala Humas PT KAI Sugeng Priyono.
Sugeng mengatakan itu dalam jumpa pers di Jakarta Railway Center Jl Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2011). Dia didampingi Daops PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Henri Tjahyono.
Sugeng berharap, penghapusan KRL Ekspres Jabodetabek dapat mengurangi kepadatan kendaraan di Ibukota. KRL yang biasanya hanya berhenti di stasiun tertentu, nantinya akan berhenti di setiap stasiun. Sehingga diharapkan, pelayanan kepada masyarakat akan meningkat.
"Taruhlah kita ambil contoh yang ada di Cikini, bisa langsung ke Stasiun Cikini.
Tidak perlu ke Gambir, Manggarai, dan sebagainya," tutur Sugeng.
Bahkan, lanjut Sugeng, waktu tunggu kereta akan ditingkatkan. Waktu tunggu ditingkatkan dari 15 menit menjadi hanya 10 menit.
Di tempat yang sama, Corporate Secretary PT KAI Commuter Jabodetabek Makmur Syaheran mengatakan, sosialisasi penghapusan KRL Ekspres perlu pendalaman. Pihaknya juga memberikan waktu kepada masyarakat dan pihak-pihak yang terkait untuk memahami penghapusan itu.
"Sebetulnya kita kemarin sudah siap mengoperasikan perjalanan seperti ini pada 1 April. Tapi kami beri waktu lebih banyak kepada teman-teman dan juga stakeholder yang lain untuk memahami," kata Makmur.
Dengan berhenti di setiap stasiun, KRL ekspres berubah menjadi KRL commuter line. Sementara itu KRL ekonomi masih akan tetap dioperasikan.
(nik/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 13:42 WIB
Tak Ikut Campur Proses Hukum, PD Masih Akui Agusrin Sebagai Kadernya
-
Senin, 21/05/2012 13:41 WIB
Jaring Anggota DKPP, Komisi II Gunakan Dua Metode
-
Senin, 21/05/2012 13:37 WIB
Panglima TNI Ceramahi Putra Putri Anggota TNI & Polri
-
Senin, 21/05/2012 13:36 WIB
Napi di Cirebon Tertangkap Sembunyikan 64 Paket Heroin di Celana Dalam
-
Senin, 21/05/2012 13:36 WIB
Dituntut Bui Seumur Hidup, Umar Patek Menyesal & Minta Maaf
-
Senin, 21/05/2012 13:01 WIB
Pencuri Moge di Semarang Berhasil Dibekuk
-
Senin, 21/05/2012 12:46 WIB
Umar Patek Sibuk Korek-korek Kuping, Sidang Jeda Sebentar
-
Senin, 21/05/2012 13:04 WIB
Santunan Rp 1,25 M untuk Korban Sukhoi Tak Bisa Ditawar Lagi
-
Senin, 21/05/2012 10:45 WIB
Bantu Evakuasi Sukhoi, Mapala UI Dapat Segepok Duit Dibungkus Koran
-
650 Komentar
-
441 Komentar
-
356 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 5,978.000
- Rp 2,776.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
