Rabu, 30/03/2011 22:47 WIB

Ditjen PAS Sidak Rutan Serang, Temukan 3 Napi Pakai Narkoba

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menggelar operasi mendadak di rutan Serang, Banten. Saat operasi, ditemukan tiga napi yang positif mengkonsumsi narkoba.

Sidak digelar pada Rabu (30/3/2011) malam oleh Satgas Kamtib Ditjenpas yang dipimpin oleh Bambang S serta Direktur Infokom Murdiyanto. Tim berangkat dari Jakarta sejak sore.

"Kedatangan satgas sempat membuat kaget petugas yang sedang bertugas. Para napi juga sempat dibuat kaget," ucap juru bicara Ditjen PAS, Akbar Hadi Prabowo kepada detikcom.

Ada pun blok yang digeledah satgas adalah blok khusus napi narkoba. Saat penggeledahan tidak ditemukan barang bukti narkoba, namun dari hasil pemeriksaan urine, ada tiga napi yang positif memakai narkoba.

"Tes urine dilakukan secara acak pada 26 pria dan 5 wanita. Hasilnya 3 orang positif menggunakan narkoba," sambungnya.

Dengan temuan ini, tim akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Jika ada petugas yang terlibat akan ditindak tegas.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(mad/rdf)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%