Rabu, 30/03/2011 06:34 WIB

Laporan dari Abu Dhabi

Duh! 66 TKI Dipenjara karena Kasus Asusila di Abu Dhabi

Hery Winarno - detikNews
Halaman 1 dari 2
Abu Dhabi - Dari data KBRI untuk Uni Emirat Arab menyebutkan, 70 TKI saat ini sedang melaksanakan pidana penjara di Abu Dhabi. Dari 70 tersebut sebagian besar dipidana karena melakukan tindakan asusila.

"Sekarang ini ada 70 WNI kita yang dipenjara di sini. Dari 70 itu 66 nya dipidana karena melakukan pidana asusila," ujar Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab, Wahid Supriyadi kepada detikcom di Komplek KBRI Uni Emirat Arab, Jl Sultan Bin Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Selasa (29/3/2011).

Menurut Wahid, hal tersebut disebabkan belum semua TKI mengerti tentang aturan di Uni Emirat Arab. Menurutnya, pemerintah setempat memberikan peraturan yang sangat ketat terkait asusila.

"Di sini, bila ada sepasang lawan jenis di dalam kamar, itu bisa kena pidana asusila. Terlepas mereka melakukan hubungan atau tidak. Ini yang mungkin belum banyak dipahami TKI kita. Dan banyak TKI kita yang kena larangan ini," terang diplomat Kelahiran Mirit, Kebumen, Jawa Tengah ini.

Meski demikian, hukuman yang diberikan kepada para TKI yang di dominasi TKW tersebut tergolong tidak berat. Sebagian besar hanya dipidana di bawah 1 tahun penjara.

"Sistem penjara di sini sudah sangat baik. Makanan untuk para narapidana di sini tergolong mewah, makanya banyak yang tambah gemuk di penjara," terangnya.

KBRI untuk UEA juga memberikan perhatian lebih bagi para TKI yang saat ini berada di penjara. Tak jarang, KBRI selalu memonitor dengan mendatangi penjara sekadar bertemu dengan para TKI.Next

Halaman 1 2

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(her/irw)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%