Detik.com News

Jumat, 25/03/2011 19:44 WIB

Suasana ibukota Yaman tegang

BBCIndonesia.com - detikNews
demo antipemerintah di sanaa

Para pengunjuk rasa antipemerintah mendesak Presiden Saleh mundur

Puluhan ribu orang berkumpul di ibukota Yaman, Sanaa, untuk menandingi aksi unjuk rasa antipemerintah, yang digelar sepekan setelah 50 demonstran tewas ditembak.

Kelompok antipemerintah memperkirakan aksi untuk menuntut pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh kali ini adalah yang terbesar dalam beberapa waktu terakhir.

Kantor berita AFP memberitakan jumlah orang yang turun ke jalan mencapai ratusan ribu.

Kelompok yang mendukung dan yang menentang pemerintah telah mendirikan sejumlah pos pemeriksaan di Sanaa.

Di jalan-jalan terlihat orang-orang bersenjata. Wartawan BBC di Sanaa mengatakan muncul kekhawatiran dua kelompok ini akan bentrok.

Siap mundur?

Presiden Saleh di depan para pendukungnya mengatakan dia siap meletakkan jabatan namun kekuasaan hanya akan diserahkan ke pihak-pihak yang bisa mengamankan kepentingan negara.

Ia juga meminta para pendukungnya untuk tetap tegar.

Rabu (23/3) lalu parlemen memberi kewenangan yang lebih besar kepada pemerintah yang memungkinkan aparat keamanan menangkap seseorang dan membubarkan unjuk rasa.

Presiden Saleh mengatakan aksi unjuk rasa berkepanjangan bisa berujung dengan perang saudara di Yaman.

Pada hari Senin jenderal senior Ali Mohsen al Ahmar membelot dan mengirim pasukan yang setia kepadanya untuk melindungi para pengunjuk rasa antipemerintah.

Ada kekhawatiran akan pecah bentrokan antara unit-unit militer yang mendukung presiden dan tentara yang mendukung demonstran.

(bbc/bbc)

  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%