QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 12:36 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 25/03/2011 19:44 WIB

Suasana ibukota Yaman tegang

BBCIndonesia.com - detikNews
demo antipemerintah di sanaa

Para pengunjuk rasa antipemerintah mendesak Presiden Saleh mundur

Puluhan ribu orang berkumpul di ibukota Yaman, Sanaa, untuk menandingi aksi unjuk rasa antipemerintah, yang digelar sepekan setelah 50 demonstran tewas ditembak.

Kelompok antipemerintah memperkirakan aksi untuk menuntut pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh kali ini adalah yang terbesar dalam beberapa waktu terakhir.

Kantor berita AFP memberitakan jumlah orang yang turun ke jalan mencapai ratusan ribu.

Kelompok yang mendukung dan yang menentang pemerintah telah mendirikan sejumlah pos pemeriksaan di Sanaa.

Di jalan-jalan terlihat orang-orang bersenjata. Wartawan BBC di Sanaa mengatakan muncul kekhawatiran dua kelompok ini akan bentrok.

Siap mundur?

Presiden Saleh di depan para pendukungnya mengatakan dia siap meletakkan jabatan namun kekuasaan hanya akan diserahkan ke pihak-pihak yang bisa mengamankan kepentingan negara.

Ia juga meminta para pendukungnya untuk tetap tegar.

Rabu (23/3) lalu parlemen memberi kewenangan yang lebih besar kepada pemerintah yang memungkinkan aparat keamanan menangkap seseorang dan membubarkan unjuk rasa.

Presiden Saleh mengatakan aksi unjuk rasa berkepanjangan bisa berujung dengan perang saudara di Yaman.

Pada hari Senin jenderal senior Ali Mohsen al Ahmar membelot dan mengirim pasukan yang setia kepadanya untuk melindungi para pengunjuk rasa antipemerintah.

Ada kekhawatiran akan pecah bentrokan antara unit-unit militer yang mendukung presiden dan tentara yang mendukung demonstran.

(bbc/bbc)

Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%