Kamis, 24/03/2011 18:21 WIB

Kisruh PKS (4)

Siapa Lebih Dipercaya, Yusuf Apa Anis Matta?

M. Rizal,Iin Yumiyanti - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jakarta - Yusuf Supendi akhir-akhir ini sangat sibuk. Ia terus saja bergerak membongkar aib elit Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Setelah ke BK DPR, KPK, LPSK, Yusuf pun akan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Selanjutnya ia akan ke Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mengklarifikasi SMS yang dikirimkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hassan Ishaaq pada dirinya.

Yusuf tidak akan berhenti sampai tujuannya terpenuhi. Ia ingin elit PKS yang ditudingnya, Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminudin, Sekjen PKS Anid Matta dan Luthfi Hasan mengakui kesalahannya dan dipecat dari PKS. "Saya juga ingin katakan, gue kagak bakal bergeser membedah skandal kejahatan dan pelanggaran AD/ART yang dilakukan para elite PKS yang disebut sebagai anak nakal," kata Yusuf.

Pendiri cikal bakal PKS, Partai Keadilan, itu ingin ketiganya menemui dirinya serta membawa data mereka tidak bersalah seperti yang sudah ditudingkannya. Bila ketiganya tak mau datang, cukup PKS memecat mereka maka aksi Yusuf akan berhenti.

"Otomatis, bila mereka dipecat detik ini juga saya akan berhenti, jika tidak urusannya panjang dan saya akan membongkar kejahatan sistemik ini setelah mereka keluar,” kata Yusuf saat ditemui di kediamannya.

Sebelum PKS geger karena Yusuf, partai ini sudah lama diterpa isu sedang bermasalah. Isu yang paling santer sejak dulu terbelahnya PKS dalam dua faksi yakni Faksi Keadilan dan Faksi Kesejahteraan. Fraksi Keadilan disebut-sebut sebagai kelompok kader yang memiliki sikap idealis, Yusuf masuk dalam faksi ini. Sementara, Faksi Kesejahteraan merupakan kelompok kader yang memiliki sikap pragmatis yang didentikkan dengan para penguasa PKS.

Langkah Yusuf melaporkan para petinggi PKS dinilai pengamat politik PKS Imdadun Rahmat merupakan puncak perseteruan antara Faksi Keadilan dengan Faksi Kesejahteraan. Dalam geger PKS ini, kubu mana yang lebih bisa dipercaya?

Kader tingkat akar rumput PKS banyak yang tidak mau komentar dan bersikap ‘no coment’ tentang perseteruan yang kini menggegerkan dunia politik nasional itu. Bahkan, sejumlah simpatisan PKS yang berada di Mahad Al Hikmah di Jl Bangka II, Jakarta Selatan, tempat Yusuf mencetak para kader PKS pun tak mau berkomentar. Begitu juga di lingkungan kediaman Yusuf di Jl Lapan V, RT 004 RW 01, Kalisari, Jakarta Timur.Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(zal/iy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%